Berita Viral

Kisah di Balik Keysia-Devina Siswa SMP Viral Gegara Dance Sport Dikritik, Devina Sempat Down

Terungkap inilah kisah dibalik Devina dan Keysia, siswa siswi SNMPN 1 Ciawi Kabupaten Bogor Jawa Barat yang jadi sorotan usai viral video dance sport

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
youtube Deddy Corbuzier/ig/memomedsos
Terungkap inilah kisah dibalik Devina dan Keysia, siswa siswi SNMPN 1 Ciawi Kabupaten Bogor Jawa Barat yang jadi sorotan usai viral video dance sport 

Devina dan Keisya mengaku bahwa kegiatan 'dance sport' ini merupakan naungan dari Pemda Kabupaten Bojor, Jawa Barat yang berisi 8 anggota.

Olahraga dansa ini disebutkan memiliki dua kategori, yakni Latin dan standar.

Diakui oleh Keisya, sebagai siswa laki-laki yang menyukai seni tari dirinya kerap kali menerima cemoohan miring.

Namun, Keisya justru tak menggubrisnya dan memilih untuk cuek lantaran bakatnya didukung oleh kedua orang tua.

Atas kebolehan keduanya pun, Devina dan Keisya meraih sejumlah medali dari Polprov Jawa Barat.

"Medali emas sama medali perak di Polprov juga sama," kata Devina.

Bahkan rencananya, Devina dan Keisya akan diikutsertakan dalam acara PON, dan Fornas(Festival olahraga nasional).

"Tahun ini ada rencana BK untuk PON, Pelatihan gerakan baku, sama Fornas," imbuhnya.

Diakuinya, Devina dan Keisya melakukan latihan hampir setiap hari selama mendekati acara lomba.

Kendati menggeluti dance sport, Devina dan Keisya rupanya memiliki cita-cita lain.

Baca juga: Jawaban Park Hang-seo Disebut Bakal Gantikan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Bicara Korea Selatan

Menariknya, Keisya mengaku ingin mengikuti jejak sang ayah yang berprofesi sebagai chef.

"Kalau misalkan cita-cita yang lain mau jadi dokter, pengennya dua-duanya," ujar Devina.

"Pinginnya jadi chef, bisa(masak)," ujar Keisya.

Sebelumnya, Pihak sekolah memberikan klarifikasi terkait kejadian yang tengah viral itu. Kedua pelajar tersebut pemenang medali emas PORPROV Jabar 2022 atlet cabang olahraga Dance Sport.

SMPN 1 Ciawi Bogor juga meluruskan jika tidak ada ekstrakulikuler Dance Sport. Terlebih dimasukkan dalam kurikulum pembelajaran sekolah.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved