Rabu Abu 2023 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Lengkap Masa Prapaskah 2023

Diketahui kalau Umat Katolik akan memulai masa Prapaskah Tahun 2023 dengan memperingati Rabu Abu.

Tayang:
Penulis: M Fadli Dian Nugraha | Editor: Abu Hurairah
Tribunsumsel
Diketahui kalau Umat Katolik akan memulai masa Prapaskah Tahun 2023 dengan memperingati Rabu Abu. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Diketahui kalau Umat Katolik akan memulai masa Prapaskah Tahun 2023 dengan diawali Misa Rabu Abu.

Rabu Abu tahun 2023 akan dilaksanakan pada Hari Rabu 22 Februari Tahun 2023.

Baca juga: Tatacara Pengakuan Dosa Katolik, Dilakukan Dihadapan Imam

Baca juga: Doa Tobat Katolik Allah Yang Maharahim dan Doa Syukur Atas Pengampunan

Baca juga: Doa Bapa Kami Katolik Bahasa Jawa, Rama Kawula Ing Swarga, Asma Dalem Kaluhurna

Rabu Abu menandai awal masa prapaskah atau masa tobat 40 hari sebelum Paskah  Tahun 2023.

Disamping Rabu Abu ada juga momen penting dimulai Minggu Prapaskah I hingga V, Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci dan Paskah 2023.

Berikut ini Jadwal Prapaskah Katolik 2023.

22 Februari 2023: Rabu Abu

26 Februari 2023: Minggu Prapaskah I

5 Maret 2023: Minggu Prapaskah II

12 Maret 2023: Minggu Prapaskah III

19 Maret 2023: Minggu Prapaskah IV

26 Maret 2023: Minggu Prapaskah V

2 April 2023: Minggu Palma

6 April 2023: Kamis Putih

7 April 2023: Jumat Agung atau Wafat Isa Al Masih

8 April 2023: Sabtu Suci – Vigili Paskah

9 April 2023: Hari Raya Paskah Kebangkitan Tuhan

Arti Hari Rabu Abu

Hari Rabu Abu untuk Gereja Katolik adalah hari pertama dimulainya masa pra-Paskah.

Untuk masa pra-Pasah masa persiapan menyambut hari raya Paskah atau Hari Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus di hari Minggu Paskah.

Diketahui kalau Rabu Abu diperingati 46 hari sebelum Paskah.

Oleh sebab itu Hari Raya Paskah dilaksanakan pada tanggal berbeda tiap tahunnya, begitu halnya dengan Hari Rabu Abu.

Dikutip dari situs iKatolik,com, kalau Gereja Katolik mendorong jemaat untuk mau menghadiri misa di Hari Rabu Abu untuk menandai pekan suci pra-Paskah.

Mengapa Hari Rabu

Gereja Katolik menjalankan puasa ini selama 6 hari dalam seminggu, dikarenakan hari minggu tak dihitung dan dianggap ebagai peringatan kebangkitan Yesus Kristus, masa puasa berlangsungs elama 6 minggu ditambah 4 hari hingga genap 40 hari.

Jadi hari pertama puasa jatuh pada hari Rabu.

(Terjadinya Paskah di Hari Minggu, dikurangi 36 hari(6 Minggu), kemudian dikurangi 4 hari, dihitung mundur dan jatuh di hari Rabu).

Untuk penentuan awal masa Prapaska di hari Rabu dikarenakan perhitungan 40 hari sebelum hari Minggu Paska, tanpa menghitung hari Minggu.

Kenapa Menggunakan Abu

Abu adalah tanda pertobatan

Di kitab suci menceritakan Abu sebagai tanda pertobatan, misal pertobatan Niniwe (Yun 3:6).

Di atas semua itu, kita diingatkan bahwa kita ini diciptakan dari debu tanah (Lih. Kej 2:7), dan suatu saat nanti kita akan mati dan kembali menjadi debu.

Oleh sebab itu saat menerima abu di Gereja, kita mendengar ucapan dari Romo, " Bertobatlah, dan percayalah kepada Injil” atau, “Kamu adalah debu dan akan kembali menjadi debu” (you are dust, and to dust you shall return).”

Pemberian Abu

Di Misa Rabu Abu, Abu diberikan pada Umat.

Untuk abu yang diberikan, diperoleh dari hasil pembakaran daun palem yang didoakan, diberkati serta dibagikan di minggu palma pada 1 tahun sebelumnya pada Hari Minggu Palma.

Banyak sekali Gereja Katolik di seluruh dunia meminta jemaat untuk mengembalikan daun palem yang dibawa pulang ke rumah, daun palem yang sudah emngering agar dibakar dan dijadikan abu.

Abu pada misa Rabu Abu setelah diberkati Pastor dan diperciki dengan air suci, Umat diperbolehkan maju menerima abu.

Hari Tobat

Untuk pemberian abu mengingatkan akan mortalitas(hidup duniawi yang akan berakhir nanti dan mengajak jemaat untuk bertobat.

Di masa Gereja awal, Rabu Abu adalah hari diperuntukkan untuk para pendosa dan orang yang ingin kembali ke pangkuan gereja, melakukan pertapaan sebagai wujud penyesalan dan tanda bertobat.

Abu yang diterima adalah pengingat dosa kita dan banyak umat Katolik membiarkan tanda salib dari Abu di dahi kepala sebagai tanda kerendahan hati.


Berpuasa dan Berpantang

Gereja Katolik menekankan untuk pentingnya bentuk penyesalan akan dosa yang kita nyatakan dengan puasa dan berpantang makan daging.

Untuk Umat Katolik berumur 18 tahun hingga 60 diminta berpuasa, yaitu mereka hanya boleh makan malam dengan lengkap(minus daging) serta hanya 2 porsi yang sedikit pada pagi serta siang hari.

Tidak boleh ada makanan lain selain daripada itu.

Bagi umat Katolik di atas umur 14 tahun menahan diri untuk makan daging pada hari Rabu Abu.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved