Berita Muratara

Sosok Taufik Ramadhan, Politisi Muda PDIP di Muratara Meninggal Dunia

Politisi muda kader PDI Perjuangan Kabupaten Muratara, Taufik Ramadhan meninggal dunia, Minggu (8/1/2023) petang.

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/RAHMAT
Politisi muda kader PDI Perjuangan Kabupaten Muratara, Taufik Ramadhan meninggal dunia, Minggu (8/1/2023) petang. 

Laporan Wartawan TribunSumsel.com, Rahmat Aizullah 


TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - DPC PDI Perjuangan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). 

Politisi muda kader PDI Perjuangan Kabupaten Muratara, Taufik Ramadhan meninggal dunia, Minggu (8/1/2023) petang.

Taufik diinformasikan meninggal saat berada di Jakarta hendak menghadiri acara HUT ke-50 PDI Perjuangan, Selasa (10/1/2023) lusa.

Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Muratara itu meninggal secara mendadak, dikabarkan terkena serangan jantung.

Sejumlah kerabat dekat Taufik Ramadhan mengaku amat terpukul atas kepergian sosok polisi muda itu. 

"Dak nyangko nian, terkejut dapat kabar beliau," ujar Edwar Antoni, pengacara kondang di Muratara yang cukup akrab dengan almarhum.

Media sosial Facebook di kalangan masyarakat Kabupaten Muratara pun dibanjiri ucapan duka. 

Teman-teman dekat almarhum, para politisi, pejabat pemerintah, pimpinan organisasi atau lembaga masyarakat turut berbelasungkawa. 

Bahkan akun Facebook resmi KPU Musi Rawas Utara juga mengucapkan turut berduka atas meninggalnya Presidium GMNI Periode 2006-2010 itu. 

Sosoknya yang ramah dan bergaul dengan siapa saja membuat Taufik Ramadhan dikenal baik oleh banyak orang. 

Almarhum merupakan ketua tim pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Muratara saat ini pada Pilkada 2020 lalu.

Beliau juga informasinya akan maju mencalonkan diri pada pemilihan legislatif (Pileg) di Kabupaten Muratara 2024 mendatang. 

"Dak nyangko nian, dia orang baik, selalu memperhatikan, mengurus dan membina bak saudara kandung bagi kami," ujar Ari Anggara yang juga kader PDI Perjuangan di Muratara. 

Warganet lain, Zamzami mengaku tak percaya mendapat kabar bahwa almarhum telah pergi untuk selama-lamanya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved