Berita OKI

Sudah Rampung Bangunan SMPN1 Jejawi OKI Tak Digunakan, Ini Penjelasan Dinas

Sudah Selesai Dibangun, Gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) belum difungsikan. 

TRIBUNSUMSEL.COM/WINANDO
Gedung SMP Negeri 1 Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir terlihat rusak, padahal sekolah tersebut belum difungsikan, Kamis (5/1/2023) siang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan belum difungsikan. 

Pantauan Tribunsumsel.com pada Kamis (5/1/2023) siang tampak beberapa bagian keramik ruang kelas retak, kaca jendela pecah dan pembangunan tembok penahan tanah yang belum diselesaikan.

Menurut informasi, Sarman salah satu pengguna jalan yang melintas bahwa lokasi sekolah tersebut sudah ada sekitar 2 tahun ini.

Namun hingga kini belum juga digunakan sebagaimana mestinya.

"Memang benar tidak ada kegiatan belajar mengajar disini. Setahu saya bangunan sudah lama jadi, tapi anehnya belum juga digunakan," ujarnya saat dimintai keterangan oleh awak media.

Dirinya mencemaskan gedung yang lama kosong dan tidak segera difungsikan tersebut akan beralihfungsi sebagai tempat tindakan yang tidak sesuai norma. 

"Kalau dibiarkan kosong seperti ini kan sayang, apalagi kami khawatir tempat ini justru digunakan oleh remaja untuk tempat berbuat mesum ataupun kejahatan lainnya," tuturnya. 

Ditambahkan, Ia dan warga lainnya memohon agar dinas terkait dapat segera melanjutkan dan menyelesaikan pembangunan sekolah tersebut.  Sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya. 

"Sebagai warga, kami meminta kepada dinas terkait untuk segera dibuka sekolahan ini. Jangan justru seakan-akan terbengkalai seperti ini," tegasnya. 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan OKI, Muhammad Amin melalui Kabid sarana dan prasarana, Romli membenarkan jika gedung sekolah memang belum digunakan.

"Iya sampai sekarang sekolah tersebut belum dipakai, karena baru selesai dibangun," ujarnya saat ditemui di ruangannya.

Dikatakan alasan kegiatan belajar mengajar (KBM) belum dilakukan Lantaran mobiler (perabotan atau peralatan yang diperlukan dalam sekolah) saat ini belum sampai di sekolah.

"Jadi alasannya tertundanya bangunan sekolah yang tidak langsung digunakan, karena mobiler belum siap dan kalau mengambil di sekolah yang lain kami takut masih kekurangan," 

"Karena mobiler tersebut baru datang tanggal 29 Desember 2022 dan sekarang masih tahap perakitan. Insya Allah paling lambat akhir Januari akan ditaruh di lokasi," tambahnya. 

Dijelaskan rincian mobiler yang rencananya akan diletakkan di sekolah tersebut antara lain meja kursi untuk guru sebanyak 25 pasang, lalu meja kursi siswa 100 pasang, serta papan tulis 6 buah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved