Berita Palembang
Penutup Tahun 2022 Harga Karet Masih Anjlok, Hanya Diangka Rp 20 Ribu per Kilogram
Harga karet tak tekecuali di Sumatera Selatan (Sumsel) masih anjlok dipenghujung tahun 2022.
Penulis: Hartati | Editor: Shinta Dwi Anggraini
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Harga karet tak tekecuali di Sumatera Selatan (Sumsel) masih anjlok dipenghujung tahun 2022.
Untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen, hari ini harganya turun tipis, Jumat (30/12/2022).
Penurunan harga karet memang sudah terjadi sejak sebelum Natal dan hari terakhir perdagangan karet di tahun 2022 hanya bisa ditutup pada angka Rp 20.034 per kg.
Baca juga: Mahfud MD Sentil Ferdy Sambo yang Gugat Jokowi dan Kapolri : Gimik, Fokus ke Pengadilannya Dulu
Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada, Jumat (30/12/2022) dibandrol Rp
20.034 per kg.
Angka tersebut turun Rp 120 per kg dibanding harga kemarin, Kamis (29/12/2022) yang dibandrol Rp 20.154 per kg.
"Indikasi harga karet hari ini turun Rp 120 per kg dibandingkan indikasi karet, Kamis (29/12/2022) untuk KKK 100 persen," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Sumsel, Achmad Mirza, Jumat (30/12/2022).
Turunnya harga KKK 100 persen juga diikuti turunnya juga harga karet kualitas lainnya mulai dari 40-90 persen.
Harga KKK 90 persen dibandrol Rp 18.030 per kg, KKK 80 persen dibandrol harga Rp 16.027 per kg.
Baca juga: Dona Bantah Disebut Kabur Usai Viral Batal Nikah Gegara Rp 700 Ribu, Sebut Fitnah Hingga Minta Maaf
Sedangkan untuk KKK 70 persen dibandrol Rp 14.023 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 12.020 per kg, KKK 50 persen dibandrol harga Rp 10.017 per kg, dan KKK 40 persen dibandrol harga Rp8.013 per kg.
Menurut Mirza secara keseluruhan, ada enam faktor yang mempengaruhi harga karet di pasar internasional.
Faktor tersebut yaitu nilai tukar mata uang regional terhadap dolar AS. Apabila penguatan kurs dolar AS menjatuhkan nilai tukar mata uang lain, maka akan berpengaruh terhadap harga karet.
Lalu, penggunaan karet sintetis sebagai competitor karet alam, suplay dan demand karet di pasar karet internasional, perkembangan industri otomotif dan ban. Kemudian faktor cuaca dan hama penyakit.(tnf)
Baca artikel menarik lainnya di Google News