Berita Palembang
Info Harga Karet Hari ini Kembali Anjlok, Selasa 20 Desember 2022 di Bawah Rp 21 Ribu per Kg
Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen kembali anjlok
Penulis: Hartati | Editor: Shinta Dwi Anggraini
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen hari ini Selasa kembali anjlok, Selasa (20/12/2022).
Bahkan harga KKK 100 persen untuk hari ini tak mencapai Rp 21 ribu perkilogram.
Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada, Selasa (20/12/2022) dibandrol Rp 20.983 per kg.
Baca juga: Fakta Baru Soal Kondisi Jenazah Brigadir J Usai Penembakan di Rumah Ferdy Sambo, Maskernya Bolong
Angka tersebut turun tipis Rp 305 per kg dibanding harga kemarin, Senin (19/12/2022) dibandrol Rp 21.288 per kg.
"Indikasi harga karet hari ini turun Rp 305 per kg dibandingkan indikasi karet, Senin (19/12/2022) untuk KKK 100 persen," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Sumsel, Achmad Mirza, Selasa (19/12/2022).
Turunnya harga KKK 100 persen juga diikuti turunnya juga harga karet kualitas lainnya mulai dari 40-90 persen.
Harga KKK 90 persen dibandrol Rp 18.884 per kg, KKK 80 persen dibandrol harga Rp 16.786 per kg.
Sedangkan untuk KKK 70 persen dibandrol Rp 14.688 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 12.589 per kg, KKK 50 persen dibandrol harga Rp 10.491 per kg, dan KKK 40 persen dibandrol harga Rp8.393 per kg.
Baca juga: Alasan Otak Brigadir J Dipindahkan ke Perut Pasca Autopsi Pertama, Dokter Forensik : Itu SOP
Menurut Mirza secara keseluruhan, ada enam faktor yang mempengaruhi harga karet di pasar internasional.
Faktor tersebut yaitu nilai tukar mata uang regional terhadap dolar AS. Apabila penguatan kurs dolar AS menjatuhkan nilai tukar mata uang lain, maka akan berpengaruh terhadap harga karet.
Lalu, penggunaan karet sintetis sebagai competitor karet alam, suplay dan demand karet di pasar karet internasional, perkembangan industri otomotif dan ban. Kemudian faktor cuaca dan hama penyakit.(tnf)
Baca artikel menarik lainnya di Google News