Berita Palembang

Puncak Musim Hujan 2022 di Sumsel Desember, BPBD Waspadai Dua Bencana Ini

Puncak musim hujan di Sumsel terjadi pada bulan Desember 2022 hingga April 2023, BPBD Waspadai Dua Bencana Ini

TRIBUNSUMSEL.COM/LINDA
Apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Penaggulangan Banjir dan Tanah Longsor tahun 2022 di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Rabu (7/12/2022) 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -Berdasarkan informasi terkini dari BMKG wilayah Indonesia berada pada kategori curah hujan menengah hingga tinggi, dengan sifat hujan di atas normal mendominasi sekitar 69,45 persen luasan wilayah Indonesia.

Untuk wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) diprakirakan mengalami puncak musim hujan pada bulan Desember 2022 hingga April 2023 yang berpotensi terjadi hidrometeorologi.

Untuk itu Pemerintah Provinsi Sumsel melakukan Apel Kesiapan Personil dan Peralatan dalam Rangka Penguatan Kapasitas Kawasan Untuk Pencegahan dan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Sumsel Tahun 2022.

"Sebagai salah satu bentuk kesiapsiagaan menghadapi bencana, kita melaksanakan apel kesiapsiagaan terpadu dalam rangka antisipasi bencana alam di Sumsel," kata Gubernur Sumsel Herman Deru saat  Apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Penaggulangan Banjir dan Tanah Longsor tahun 2022 di Jakabaring Sport City (JSC), Rabu (7/12/2022)

Menurutnya, dengan kesiapan tersebut tentunya akan lebih siap dan lebih cepat untuk mengantisipasi kejadian maupun dampaknya baik kerusakan sarana prasarana maupun korban jiwa.

"Untuk itu saya sangat menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Saya juga berharap para personil penanggulangan bencana selalu siap dan peralatan penanggulangan yang ada juga dalam kondisi baik," kata Deru

Deru berpesan, dengan kesiapsiagaan diharapkan permasalahan klasik seperti terlambat, belum ada laporan, belum ada petunjuk, tanggung jawab/dinas instansi lain, tidak terjadi lagi.

"Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada para peserta apel, jadikan kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian kepada Negara dengan komitmen untuk melindungi masyarakat dari bencana dan sebagai ibadah," katanya 

Sementara itu Kepala BPBD Provinsi Sumsel Iriansyah mengatakan, seperti yang diketahui bersama puncak musim hujan di tahun ini diujung tahun dan awal tahun depan, maka inilah yang perlu dintisipasi yaitu bencana banjir dan tanah longsor.

"Hampir semua daerah di Sumsel kita fokuskan untuk antisipasi bencana banjir dan tanah longsor, seperti di Mura, Muratara, Muba, Banyuasin, OKU, OKU Timur, Muara Enim, Pali, Banyuasin, dan Palembang," katanya 

Menurutnya, untuk Kabupaten/Kota juga sudah diinstruksikan untuk menyiapkan personil dan peralatan menghadapi banjir dan tanah longsor. 

Untuk personil disiagakan masing-masing Kabupaten/Kota.

"Kalau yang hadir di apel ini perwakilan saja, dari berbagai stakeholder seperti TNI, Polri, BPBD, PU, Basarnas, sosial dan lain-lain. Karena bencana urusannya sama-sama, oleh sebab itu kita sama-sama menanggulangi bencana banjir dan tanah longsor di Sumsel," katanya

Baca juga: Bocah 4 Tahun di Palembang Disengat Tawon, Sejumlah Bagian Tubuh Bengkak dan Memerah

Menurutnya, selama tahun 2022 di wilayah Provinsi Sumsel tercatat terjadi bencana sebanyak 149 kali kejadian bencana, yang terbanyak adalah kebakaran rumah penduduk sebanyak 70 kali, bencana yang lainnya adalah banjir 39 kali, tanah longsor 16 kali, angin puting beliung 11 kali, banjir bandang 10 kali dan kecelakaan perahu motor 3 kali.

"Daerah kita emang ada dataran tinggi dan rendah, inilah yang sering terjadi bencana banjir dan longsor. Itulah fenomena di daerah kita. Maka di hulu nya harus jaga, kita jaga alam dan alam akan jaga kita," ungkapnya 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved