Berita Nasional

Ada yang Cari Uang, Ada yang Incar Kursi Menteri, JoMan Sebut Relawan Jokowi Pecah Beberapa Faksi

Ada yang Cari Uang, Ada yang Incar Kursi Menteri, JoMan Sebut Relawan Jokowi Pecah Beberapa Faksi

Istimewa
Ada yang Cari Uang, Ada yang Incar Kursi Menteri, JoMan Sebut Relawan Jokowi Pecah Beberapa Faksi 

TRIBUNSUMSEL.COM - Seluruh relawan Joko Widodo (Jokowi) yang ikut mendukung sejak Pilpres 2014 dan 2019 disebut sudah terbelah.

Hal tersebut dikatakan oleh Koordinator Relawan Jokowi Mania (JoMan) Immanuel Ebenezer.

Keterbelahan para relawan Jokowi itu kata dia tak terlepas dari kepentingan masing-masing kelompok, menurut pria yang akrab disapa Noel itu. 

Hal itu diketahui karena Noel merupakan bagian dari relawan JoMan tersebut.

Ada kelompok yang (mengusung wacana) 3 periode, ada kelompok nyari duit dengan nyari event, wah, macam-macam lah," kata Noel dalam diskusi bersama KedaiKopi 'Ngopi dari Seberang Istana' di Amaris Hotel, Juanda, Jakarta, Minggu (4/12/2022).

Baca juga: Terungkap Alasan Presiden Jokowi Pilih Laksamana Yudo Margono Sebagai Calon Tunggal Panglima TNI

Immanuel Ebenezer Ketua Ikatan Aktivitas 98 Juga Ketua Relawan Jokowi Siap Bantu Abu Janda
Immanuel Ebenezer Ketua Ikatan Aktivitas 98 Juga Ketua Relawan Jokowi (Kompas.com/TV One)

Dengan banyaknya kelompok tersebut dinilai Noel menjadi tantangan tersendiri bagi kualitas demokrasi Indonesia ke depan.

Relawan yang seharusnya mendukung sesuai dengan hati dan suara nurani, malah seakan berusaha untuk memanfaatkan penguasa.

"Ada yang mau perpanjang jabatannya, ada yang (karena) sedikit lagi pemilu 'banyak menteri mau mundur gue eksis, ah, biar bisa jadi menteri'. Nah banyak," ucap dia.

Ia pun mencontohkan relawan pemimpin di Amerika yang langsung membubarkan diri ketika proses demokrasi sudah selesai. 

Berbeda dengan relawan Jokowi, kelompok relawan ini justru menjadi kelompok periferi bahkan hingga mendapat bagian dalam lingkaran pemerintah.

"Kalau di Amerika kultur bagus relawan itu, tapi ketika sudah proses demokrasi mereka membubarkan diri. Tapi di era Jokowi masuk menjadi kelompok periferi, kelompok pinggiran jadi komisaris dan sebagainya tidak lebih dari itu," jelasnya. 

Hal tersebut bagi Noel jadi merendahkan diri para relawan dan juga presiden.

Padahal, lanjutnya, relawan itu harusnya menjadi pengawal dalam segala kebijakan yang dibuat oleh tokoh yang mereka dukung.

"Jadi kualitasnya merendahkan dirinya dan merendahkan presiden. Cukup dikasih jabatan ini senang, menyenangkannya sebatas itu saja, padahal relawan yang sebenernya mengawal kebijakan. Jadi watchdog," katanya. 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved