Berita Palembang

Jelang Nataru 2022/2023, Polrestabes Palembang Lakukan Pemetaan Kawasan Rawan Macet dan Kejahatan

Nataru 2022/2023 tinggal hitungan pekan lagi, Polrestabes Palembang lakukan pemetaan kawasan rawasan macet dan tindak kejahatan.

Penulis: Fransiska Kristela | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/FRANSISKA KRISTELA
Jelang Nataru 2022/2023 tinggal hitungan pekan lagi, Polrestabes Palembang lakukan pemetaan kawasan rawan macet dan tindak kejahatan. Hal ini Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhamad Ngajib, Jumat (2/12/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Nataru 2022/2023 tinggal hitungan pekan lagi, Polrestabes Palembang lakukan pemetaan kawasan rawasan macet dan tindak kejahatan.

Nuansa dan euforia Nataru 2022/2023 akan terjadi di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, Polrestabes Palembang akan meningkatkan pengamanan dan mengimbangi perayaan natal dan tahun baru kali ini.

"Untuk persiapan dari Polrestabes, kami melakukan pemetaan terhadap situasi dan kondisi di lapangan seluruh Kota Palembang, dari kerawanannya dan dari ancamannya sudah kita petakan," jelas Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhamad Ngajib saat lakukan rilis di Polsek Sukarami.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhamad Ngajib didampingi Kapolsek Sukarami Kompol Dwi Satya Arian menuturkanakan menambah kekuatan personel mereka untuk mengamankan ruas jalan.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kepadatan kendaraan yang bisa berakibat macet berkepanjangan.

Baca juga: Bawa Senjata Tajam Diduga Hendak Tawuran, 3 Pemuda Diamankan Polsek Kalidoni Palembang

Ngajib mengatakan, mereka telah melakukan pemetaan disejumlah wilayah di Kota Palembang.

"Untuk persiapan kita dari Polrestabes telah melakukan pemetaan terhadap situasi dan kondisi di lapangan di seluruh kota Palembang," ujarnya,

Ngajib mengatakan, pemetaan tersebut bertujuan untuk mengetahui daerah mana saja yang rawan terjadinya aksi kejahatan khususnya saat perayaan Nataru.

"Kita akan memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik dalam pengaturan lalulintas dan pengamanan dalam rangka memberikan perlindungan, pengayoman kepada masyarakat " ungkapnya.

Ngajib mengingatkan bahwa tahun ini situasi pandemi Covid-19 sudah terbilang normal.

Hal itu berbanding terbalik dengan kondisi pada tahun sebelumnya, saat kondisi Indonesia termasuk juga Sumsel masih dalam situasi pandemi Covid-19 yang cukup parah.

"Melihat kondisi masyarakat sudah melakukan kegiatan normal kembali, pastinya akan merayakan dan menikmati hari pergantian tahun baru dengan eforia," tutupnya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved