Arti Kata Bahasa Arab

Arti Attahiyatul Bacaan Tasyahud, Kalimat Pujian Bagi Allah SWT, Nabi Ibrahim AS dan Muhammad SAW

limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel grafis/khoiril
Arti Attahiyatul Bacaan Tasyahud, Kalimat Pujian Bagi Allah SWT, Nabi Ibrahim AS dan Muhammad SAW 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Arti Attahiyatul Bacaan Tasyahud, Kalimat Pujian Bagi Allah SWT, Nabi Ibrahim AS dan Muhammad SAW

Attahiyatul mubarakatus solawatut taiyibatu lillah adalah penggalan dari doa tahiyat awal dan doa tahiyat akhir.

Artinya :
Segala kehormatan, dan keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan itu punya Allah.

Selanjutnya

As_Salaamu’Alaika Ayyuhan Nabiyyu Wa Rahmatullaahi Wabarakaatuh, Assalaamu’Alaina Wa’Alaa Ibaadillaahishaalihiin.”

Artinya: Keselamatan atas Nabi Muhammad, juga rahmat dan berkahnya. Keselamatan dicurahkan kepada kami dan atas seluruh hamba Allah yang sholeh.


Doa tahiyat awal dan doa tahiyat akhir Attahiyatul mubarakatus solawatut taiyibatu lillah artinya Segala penghormayan, keberkahan, curahan rahmat, kebaikan adalah untuk Allah.

Mengapa dalam tahiyat akhir kita menyebut nabi Ibrahim AS setelah nabi Muhammad SAW dilafadzkan?
Berikut penjelasannya dikutip dari ESQnews.id dan konsultasisyariah.com

Setelah Allah menciptakan manusia pertama yaitu Adam AS, kalimat pertama yang dilihat oleh Nabi Adam adalah kalimat syahadat yang berbunyi,

‎لا إله إلا الله محمد رسول الله

(Laa illaha illallah, muhammad-ar-rasulullah)

Lalu, Nabi Adam bertanya kepada Allah tentang siapakah sosok Muhammad itu? lalu Allah menjawab pertanyaan Nabi Adam. Allah menjawab bahwa dia (Muhammad) adalah rasul terakhir atau penutup para rasul dan nabi, dan dia (Muhammad) adalah yang paling mulia diantara semua rasul. Umat Rasulullaj juga diberi kemuliaan atas umat-umat yang lain.

Kemudian Nabi Adam memohon kepada Allah supaya ia diberi anugerah oleh Allah, yaitu ia cukup ingin menjadi umat Muhammad SAW. Namun, Allah menolak permintaan Adam.

Begitu juga dengan nabi-nabi yang lainnya seperti Nabi Musa. Sehingga Allah sendiri menegur Nabi Musa agar ia ridha dengan segala sesuatu yang Allah telah karuniakan kepadanya. Banyak nabi yang memohon kepada Allah agar bisa menjadi umat Muhammad, namun tidak ada satupun yang Allah kabulkan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved