Berita Nasional

Surat Presiden Soal Calon Panglima TNI Akan Diberikan Sore Ini, Laksamana Yudo Margono Jadi Favorit

Penyerahan Surpres tersebut akan dilakukan oleh Menteri Sekreatris Negara (Mensesneg), Pratikno kepada Ketua DPR, Puan Maharani.

Editor: Slamet Teguh
Kolase Tribunsumsel.com
Surat Presiden Soal Calon Panglima TNI Akan Diberikan Sore Ini, Laksamana Yudo Margono Jadi Favorit 

TRIBUNSUMSEL.COM - Posisi Panglima TNI bakal segera berganti usai Jenderal Andika Perkasa segera pensiun.

Sejumlah nama menjadi kandidat pengganti Andika Perkasa.

Namun nama Laksamana TNI Yudo Margono disebut menjadi calon favorit sebagai Panglima TNI yang baru.

Kini diketahui, Surat Presiden (Surpres) calon Panglima TNI dijadwalkan akan diserahkan ke DPR hari ini, Senin (28/11/2022) pukul 16.00 WIB.

Penyerahan Surpres tersebut akan dilakukan oleh Menteri Sekreatris Negara (Mensesneg), Pratikno kepada Ketua DPR, Puan Maharani.

"Untuk penyampaian Surpres Calon Panglima TNI oleh Mensesneg dijadwalkan hari ini jam 16.00 WIB, yang akan diterima oleh ketua dan pimpinan DPR," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR, Indra Iskandar kepada Tribunnews.com.

Seperti diketahui, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa akan segera pensiun pada 2021 mendatang.

Hal ini membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus siap mencarikan calon Panglima TNI pengganti dari Andika Perkasa.

Merujuk pasal 13 ayat 6 UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia disebutkan bahwa persetujuan DPR terhadap calon Panglima TNI pilihan presiden, disampaikan paling lambat 20 hari usai pengajuan.

Ketika parlemen menyetujui pilihan presiden tersebut maka Komisi I DPR akan membawa keputusan yang telah dibuat ke rapat paripurna untuk disahkan.

Setelah itu, keputusan rapat paripurna itu akan diberikan ke presiden untuk selanjutnya dapat melantik Panglima TNI yang baru.

Kendati begitu, usulan presiden soal nama calon Panglima TNI baru dapat ditolak oleh DPR merujuk pada pasal 13 ayat 7 UU Nomor 34 Tahun 2004.

Jika penolakan terjadi maka presiden wajib mengajukan nama lainnya.

Pada UU tersebut dijelaskan bahwa jabatan panglima dapat dijabat oleh perwira dari tiap-tiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.

Baca juga: Daftar Panglima TNI Sejak Tahun 1945 Hingga Sekarang, Salah Satunya Pernah Jadi Presiden RI

Baca juga: Ahli Psikologi Forensik Sebut Kematian Prada Indra Mirip Brigadir J, Minta Panglima TNI Beri Atensi

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved