Berita Palembang

Gerebek Gudang Solar Ilegal Palembang, Polisi Amankan 10 Ton Minyak Oplosan 4 Pelaku

Gerebek gudang solar ilegal Palembang di kawasan Keramasan, polisi mengamankan 10 ton minyak oplosan dan empat pelaku, Senin (28/11/2022).

Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RACHMAD KURNIAWAN
Gerebek gudang solar ilegal Palembang di kawasan Keramasan, polisi mengamankan 10 ton minyak oplosan dan empat pelaku, Senin (28/11/2022). Penggerebekan dipimpin langsung Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhammad Ngajib. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Gerebek gudang solar ilegal Palembang, polisi mengamankan 10 ton minyak oplosan dan empat pelaku, Senin (28/11/2022).

Lokasi gudang solar oplosan ilegal ini di kawasan Keramasan Jalan H Sarkowi B, Kertapati.

Penggerebekan dilakukan Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhammad Ngajib, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Haris Dinzah, dan Unit Pidsus Satreskrim Polrestabes Palembang.

Dari hasil penggerebekan polisi mengamankan empat orang pekerja yang berperan untuk mengerjakan proses pengoplosan minyak serta 10 ton minyak solar ilegal.

Keempat orang tersebut Jhonius Caprico (33) warga Jalan Aiptu Wahab Kelurahan Tuan Kentang Kecamatan Jakabaring, Haryadi (33), warga Jalan Pdam Tirta Musi Kecamatan Gandus, Palembang, Salim (33) warga Talang Nanoko Pegayut Kabupaten Ogan Ilir dan Sugianto (33) warga Lubuk Karet Kecamatan Pegayut.

Terdapat puluhan drum yang berukuran besar berisi minyak kotor dan yang sudah dioplos. Selain itu, peralatan.

Baca juga: Update Temuan 10 Jeriken Solar 30 Liter Diangkut Pria di Muratara, Ini Kata Wakapolres

Kombes Pol Mokhammad Ngajib mengatakan, dari penggerebekan pihaknya menemukan kurang lebih ada 10 ton minyak solar bekas kotor yang akan dioplos.

Dirinya menjelaskan, minyak oplosan tersebut terbuat dari minyak solar bekas tersebut yang di beli pelaku dari luar daerah, lalu dicampurnya, dan untuk memulihkannya pelaku menggunakan Bleaching, agar terlihat minyak tersebut bersih dan baru.

"Dari penggerebekan kami menemukan ada 10 ton solar yang masih kotor akan di oplos dengan bahan kimia. Sebutannya 'dibleaching' sehingga minyak menjadi lebih jernih dari sebelumnya, " kata Ngajib.

Sebelumnya Satreskrim Polrestabes Palembang telah melakukan penyelidikan selama satu pekan. Kemudian setelah melakukan penyelidikan akhirnya lokasi tersebut digerebek.

"Sebelum penggerebekan kami melakukan penyelidikan terlebih dahulu. Yang kami ketahui sementara ini lokasi ini menjadi tempat produksi minyak dan juga menjadi tempat penjualan. Minyak ini berasal dari luar Palembang, " katanya.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhammad Ngajib menunjukkan minyak solar mentah yang belum dan sudah dioplos dengan bleaching sehingga lebih jernih, saat gerebek gudang solar ilegal di Palembang, Senin (28/11/2022).
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhammad Ngajib menunjukkan minyak solar mentah yang belum dan sudah dioplos dengan bleaching sehingga lebih jernih, saat gerebek gudang solar ilegal di Palembang, Senin (28/11/2022). (TRIBUN SUMSEL/RACHMAD KURNIAWAN)

Untuk selanjutnya kini Satreskrim masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengetahui berapa harga minyak yang dijual dan sudah berapa lama gudang tersebut beroperasi.

"Kami masih melakukan pengembangan terhadap gudang ilegal ini, sementara ini belum tahu sudah berapa lama gudang itu beroperasi, " ujarnya.

Pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa satu Unit Mesin Sedot Merk Robot, 1 Buah Selang Ukuran dua Inch, satu Buah Drigen Kapasitas 30 Liter berisikan minyak mentah (Ampeldari Gudang), satu buah drigen kapasitas 20 Liter berisikan minyak bleaching, satu botol air mineral ukuran satu liter berisikan minyak mentah (sample dari gudang), satu botol air mineral ukuran satu liter berisikan minyak mentah (sample dari mobil tanki transportir berlambang Heva Petrolium Energi), satu unit mobil truk tangki sebanyak 5 Ton minyak solar kotor, dibawa transportir berlambang PT. Heva Petrolium Energi nopol BG 8796 DD.

Keempat pelaku dijerat pasal 53 huruf B dan/atau C dan/atau D undang-undang RI nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dengan ancaman penjara selama enam tahun.

Baca berita lainnya langsung dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved