Berita Nasional

Kelakuan Aneh Keluarga Tewas di Kalideres Jual Barang Berharga Namun Pembeli Tak Boleh Masuk Rumah

Kelakuan Aneh Keluarga Tewas di Kalideres Jual Barang Berharga Namun Pembeli Tak Boleh Masuk Rumah

Tribunnews.com/Rahmat W. Nugraha
Dokter dan tim forensik didatangkan untuk usut kematian satu keluarga yang berada di Perumahan Citra Garden 1 Extension, Kalideres, Jakarta Barat pada Sabtu (12/11/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM - Kelakuan aneh keluarga yang tewas di Kalideres kembali terkuak saat mereka menjual barang-barang berharga.

Meskipun barang tersebut ada di alam rumah, Namun pembeli tak diperbolehkan masuk ke dalam rumah.

Baca juga: Alasan Petugas Koperasi Tak Lapor Polisi Meski Pergoki Keluarga Kalideres Simpan Mayat di Rumah

Ternyata di depan rumah sudah disiapkan barang-barang yang mau dijual.

"Ternyata barangnya sudah disiapkan di luar, tinggal ngambil," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi saat ditemui pada Kamis (24/11/2022).

Fakta demikian ditemukan tim forensik digital dari pelacakan dua ponsel milik satu keluarga tersebut.

Dari pelacakan nomor-nomor yang pernah dihubungi, tim juga menemukan adanya komunikasi pihak keluarga dengan pihak koperasi simpan pinjam terkait penggadaian sertifikat rumah.

"Bahkan koperasi simpan pinjam itu begitu kita temui bisa langsung menebak 'oh kasus Kalideres ya, tidak seperti itu ceritanya'," kata Hengki

 
Tim Forensik menguji fases atau tinja yang ditemukan saat melakukan proses autopsi jenazah satu keluarga tewas di perumahan Citra Garden Satu Extension, Kalideres, Jakarta Barat.
Tim Forensik menguji fases atau tinja yang ditemukan saat melakukan proses autopsi jenazah satu keluarga tewas di perumahan Citra Garden Satu Extension, Kalideres, Jakarta Barat. (KOMPAS.COM/ZINTAN PRIHATINI)

 

Hingga kini, Hengki mengungkapkan bahwa pihaknya masih terus menalami alasan serta hasil dari penjualan aset para korban sebelum meninggal.

"Itu sedang kita dalami. Sabar. Masih banyak teka-teki. Tapi yakinlah kita tetap bekerja untuk mencapai kesimpulan."

Sebelumnya, barang-barang milik satu keluarga ini ditemukan polisi menghilang.

Setelah diusut, ternyata anggota keluarga menjual barang-barang tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi menyebut korban sempat menghubungi sebuah nomor untuk menjual barang-barang yang ada di rumah.

"Ternyata yang bersangkutan pernah menghubungi salah satu nomor ini terkait penjualan barang-barang yang ada di rumah, apakah itu mobil kendaraan, kemudian penjualan AC, kulkas, blender, TV," kata Hengki di Polda Metro Jaya, Senin (21/11/2022).

Dengan fakta ini, kata Hengki, maka isu yang sempat beredar bahwa barang-barang milik keluarga itu telah dicuri tidak terbukti.

"Jadi, praduga awal yang menyatakan bahwa ada pencurian mobil, terus barang-barang yang ada di rumah, sementara bisa kita patahkan," katanya.


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved