Hari Guru 2022
Kumpulan Contoh Surat untuk Hari Guru Nasional 2022 Singkat dan Menyentuh Hati
Dalam upaya memeriahkan Hari Guru Nasional, sebagai seorang siswa kamu bisa memberikan sepucuk surat untuk guru terkasih, ucapan terimakasih atas jasa
Penulis: Putri Kusuma Rinjani | Editor: Abu Hurairah
TRIBUNSUMSEL.COM - Peringatan Hari Guru Nasional jatuh pada Jum'at, 25 November 2022, dimana bersamaan pula dengan HUT PGRI ke-77.
Dalam upaya memeriahkan Hari Guru Nasional, sebagai seorang siswa kamu bisa memberikan sepucuk surat untuk guru terkasih, ucapan terimakasih atas jasanya yang telah mendidik selama ini.
Surat ini dapat dibuat secara individu atau bersamaan dengan teman-teman sekelas.
Untuk kamu yang masih bingung ingin menuliskan surat seperti apa untuk guru, berikut beberapa contoh surat yang dapat dijadikan referensi.
Surat Untuk Sang Guru
- Contoh Surat 1 :
Selamat merayakan Hari Guru, guruku tersayang. Terima kasih kami ucapkan sedalam-dalamnya atas apa yang ibu dan bapak ajarkan pada kami.
Mulai dari belajar menghitung, membaca, dan berperilaku dengan baik. Tanpa bimbingan bapak dan ibu guru, mungkin kami tidak akan berhasil seperti ini.
Terima kasih karena tidak lelah membimbing kami selama ini. Dari murid-muridmu di kelas.
Baca juga: 6 Buket untuk Guru Laki-laki dan Perempuan Spesial Hadiah Hari Guru Nasional 2022
- Contoh Surat 2 :
Memiliki guru yang cakap, telaten, dan sabar mungkin jadi idaman banyak murid.
Namun selain itu, dibutuhkan ketulusan dan keikhlasan dalam mengajari kami berbagai macam ilmu pengetahuan.
Mulai dari yang mendasar hingga kami besar seperti sekarang. Jasa dan ketulusan ibu dan bapak guru dulu sangat membekas dan menjadikan kami berhasil serta sukses seperti sekarang.
Terima kasih kami ucapkan, dan terimalah sedikit kenang-kenangan ini dari kami yang pernah menerima nasihat-nasihatmu. Selamat Hari Guru, Bapak/Ibu Guru.
- Contoh Surat 3 :
Tak lengkap rasanya jika merayakan Hari Guru tanpa mengenang masa-masa kami dulu membuat ibu/bapak guru kesal di dalam kelas.
Mungkin kami susah diatur dan terlalu banyak bermain. Namun bapak/ibu selalu sabar dan ikhlas memberitahukan kami untuk menjadi seseorang yang berguna suatu saat nanti.
Inilah kami, Bu/Pak Guru, yang dulu pernah bapak/ibu guru bimbing dan ajari.