Breaking News:

Berita Nasional

Gelagat Aneh Dian Keluarga Tewas Kalideres, Ngotot Ibu Masih Hidup, Beri Susu Namun Menangis Diluar

Gelagat Aneh Dian Keluarga Tewas Kalideres, Ngotot Ibu Masih Hidup, Beri Susu Namun Menangis Diluar

ist
Gelagat Aneh Dian Keluarga Tewas Kalideres, Ngotot Ibu Masih Hidup, Beri Susu Namun Menangis Diluar 

TRIBUNSUMSEL.COM - Gelagat Dian, salah satu dari 4 orang keluarga yang meninggal misterius di Kalideres, Jakarta Barat pernah dipergoki menangis saat keluar rumah.

Hal itu setelah polisi mendapatkan foto-fotonya saat kepergok menangis.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan selama berbulan-bulan, ada saksi yang mendapatkan perilaku janggal Dian.

Di luar rumahnya, Dian terlihat sedang menangis.

“Dia keluar sambil nangis jadi foto fotonya ada, posisi dia sambil nangis,” ucap Hengki di Polda Metro Jaya, Senin (21/11/2022).

Selain itu kata Hengki, dari saksi mata yang merupakan pegawai kreditur juga menjelaskan bahwa Dian juga sempat menangis saat melihat jasad ibunya yang sudah membengkak di atas tempat tidur.

Ketika itu, petugas kreditur bertanya kepada Dian kenapa jasad ibunya tidak dikubur atau kremasi padahal sudah lama meninggal dunia.

Namun, mendengar pertanyaan dua saksi tersebut, Dian bersikeras bahwa ibunya masih hidup dan masih ia sisir serta beri susu.

Saat mengatakan ibunya masih hidup, Dian juga terlihat menangis.

Hal inilah kata Hengki yang nantinya hanya bisa dijelaskan oleh psikologi forensik.

Maka pihak penyidik meminta bantuan pakar psikologi forensik terkait dengan perilaku ganjil Dian di saat ibunya sudah tidak bernyawa dan tetap dibiarkan di dalam kamar selama berbulan-bulan.

“Saat di rumah, Dian berkata loh ibu saya belum meninggal ini, tiap hari dia mengaku kasih susu dan menyisir ibunya, tapi kalau keluar rumah dia sambil nangis,” jelas Hengki.

Diketahui keempat orang yang ditemukan tewas dalam rumah di Kalideres terdiri dari bapak bernama Rudiyanto Gunawan (71), anak bernama Dian (42), ibu bernama Reni Margaretha Gunawan (66), dan paman bernama Budiyanto Gunawan (68).

Hengki menjelaskan, dari hasil terbaru penyelidikan polisi, didapatkan bahwa ayah dan ibu di dalam rumah tersebut sudah meninggal dunia sejak Mei 2022.

Waktu meninggalnya ayah dan ibu di rumah tersebut berbeda dengan waktu meninggal ipar dan anak yang diketahui masih bertemu dengan pegawai kreditur di dalam rumah tersebut.

Artinya, Budiyanto dan Dian tinggal di dalam rumah tersebut dengan dua jenazah selama berbulan-bulan.

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved