seputar islam

Kisah Nabi Nuh, Mukjizat Membuat Kapal Besar Selamatkan Pengikutnya dan Binasanya Kaum yang Ingkar

Nabi Nuh kemudian menerima perintah Allah untuk membuat sebuah kapal.Siap-siaplah engkau dengan kapalmu, bila tiba perintah-Ku.

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel grafis/khoiril
Kisah Nabi Nuh AS, Mendapat Mukjizat Membuat Kapal Besar Menyelamatkan Manusia dan Hewan dari Banjir Bandang 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Kisah Nabi Nuh Aalaihissalam (AS), mendapat mukjizat membuat kapal besar menyelamatkan manusia dan Tenggalamnya kaum yang ingkar. 


Nabi Nuh AS adalah nabi ketiga setelah Nabi Adam Alaihissalam (AS) dan Nabi Idris AS. Nabi Nuh adalah keturunan kesembilan dari Nabi Adam. Ayahnya adalah Lamik bin Metusyalih bin Idris.

Nabi Nuh mendapatkan mulkjizat yaitu mampu membuat perahu yang besar untuk menyelamatkan manusia dan hewan dari banjir bandang. Berikut kisahnya seperti diceritakan di dalam Alquran.

Nabi Nuh menerima wahyu kenabian dari Allah dalam masa kekosongan di antara dua rasul. Saat itu kondisi banyak manusia yang melupakan ajaran agama yang dibawa oleh nabi yang meninggalkan mereka dan kembali bersyirik meninggalkan amal kebajikan, melakukan kemungkaran dan kemaksiatan.

Kaum Nabi Nuh tidak luput dari proses tersebut, sehingga ketika Nabi Nuh datang di tengah-tengah mereka, mereka kembali menyembah berhala.


Dikutip dari layananguru.bloqspot kanal dakwah, Nabi Nuh berdakwah  mengajak mereka meninggalkan syirik dan penyembahan berhala. Mengajak dan kembali kepada tauhid menyembah Tuhan sekalian alam melakukan ajaran-ajaran agama yang diwahyukan kepadanya serta meninggalkan kemungkaran dan kemaksiatan.

Akan tetapi walaupun Nabi Nuh telah berusaha sekuat tanaganya berdakwah ternyata hanya sedikit sekali dari kaumnya yang dapat menerima dakwahnya dan mengikuti ajakannya.
Mereka terdiri dari orang-orang yang miskin berkedudukan sosial lemah. Sedangkan orang yang kaya-raya, berkedudukan tinggi dan terpandang dalam masyarakat, tidak mempercayai Nabi Nuh mengingkari dakwahnya dan sesekali tidak merelakan melepas agamanya dan kepercayaan mereka terhadap berhala-berhala itu.

Berkata mereka kepada Nabi Nuh:

"Bukankah engkau hanya seorang dari kami dan tidak berbeda dari kami sebagai manusia biasa. Jika betul Allah akan mengutuskan seorang rasul yang membawa perintah-Nya, niscaya Ia akan mengutuskan seorang malaikat yang patut kami dengarkan kata-katanya dan kami ikuti ajakannya dan bukan manusia biasa seperti engkau"

Nuh berkata, menjawab ejekan dan olok-olokan kaumnya: "Adakah engkau mengira bahwa aku dapat memaksa kamu mengikuti ajaranku atau mengira bahwa aku mempunyai kekuasaan untuk menjadikan kamu orang-orang yang beriman ?.

Aku hanya seorang manusia yang mendapat amanat dan diberi tugas oleh Allah untuk menyampaikan risalah-Nya kepada kamu. Jika kamu tetap berkeras kepala maka terserahlah kepada Allah untuk menentukan hukuman-Nya dan gajaran-Nya keatas diri kamu.  Dialah yang berkuasa memberi hidayah kepadamu dan mengampuni dosamu atau menurunkan azab dan seksaan-Nya di atas kamu sekalian jika Ia kehendaki.

Nabi Nuh berada di tengah-tengah kaumnya selama 950 tahun berdakwah menyampaikan risalah Tuhan, mengajak mereka meninggalkan penyembahan berhala dan kembali menyembah dan beribadah kepada Allah Yang maha Kuasa memimpin mereka keluar dari jalan yang sesat dan gelap ke jalan yang benar dan terang.


Akan tetapi dalam waktu yang cukup lama itu, Nabi Nuh tidak berhasil menyadarkan kaumnya untuk mengikuti dan menerima dakwahnya beriman, bertauhid dan beribadat kepada Allah kecuali sekelompok kecil kaumnya

Harapan Nabi Nuh akan kesadaran kaumnya ternyata makin hari makin berkurang dan bahwa sinar iman dan takwa tidak akan menebus ke dalam hati mereka yang telah tertutup rapat.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved