Breaking News

Bocak Kakak Adik Tenggelam di Gandus

Dua Bocah Kakak Adik Tenggelam di Kolam Retensi Gandus Dimakamkan Berdampingan

Dua bocah laki-laki kakak adik MF (9) dan TJ (4) tewas tenggelam di kolam retensi Ganduspagi tadi telah dimakamkan usai salat zuhur.

Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RACHMAD KURNIAWAN
Dua bocah laki-laki kakak adik MF (9) dan TJ (4) tewas tenggelam di kolam retensi Ganduspagi tadi telah dimakamkan usai salat zuhur. Suasana di rumah tampak pelayat berdatangan, Senin (14/11/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dua bocah laki-laki kakak adik MF (9) dan TJ (4) tewas tenggelam di kolam retensi Perumahan Puri Kajang Bayan, Kecamatan Gandus Senin (14/11/2022) pagi telah dimakamkan usai salat Zuhur tadi.

Makam keduanya berdampingan di TPU Talang Kerikil Gandus

Pantauan di rumah duka, anggota keluarga dan guru-guru sekolah almarhum MF terlihat mendatangi rumah korban untuk menyampaikan belasungkawa.

Anak pertama dan kedua dari Iin Pramana (38) dan istrinya ini ditemukan tenggelam di kolam retensi perumahan tempat tinggal korban sekitar pukul 07:30 WIB.

Terlihat dari raut wajah dari ayah kedua korban yakni Iin Pramana yang masih lesu karena berduka kepergian kedua putranya yang masih kecil.

Dadang (40) paman korban kakak dari Iin Pramana mengatakan, keponakannya itu masih duduk di bangku kelas 3 SD.

Kedua korban adalah anak pertama dan kedua dari tiga bersaudara. Kini satu-satunya anak Iin Pramana dan istrinya yang masih hidup baru berumur 2 tahun.

"Almarhum keponakan saya itu rajin mengaji di sekolah juga satu sekolah sama anak saya. Baik anaknya tidak nakal, " ujar Dadang.

Ia tidak tahu jelas bagaimana kronologi peristiwa tenggelam kedua keponakannya itu namun jika melihat kondisi keduanya yang tenggelam.

Ia menduga ketika sedang memancing di sekitar kolam sang kakak MF hendak menolong adiknya yang masuk ke dalam kolam.

Dadang menambahkan jika kedua orangtua korban sudah sering memperingatkan agar tidak bermain di sekitar kolam tersebut.

"Belum dengar cerita lengkapnya bagaimana orangtuanya bisa lengah tapi adik saya memang sering kasih tahu kalau jangan main di sekitar kolam itu. Kalau firasat saya bisa jadi saat kejadian sang kakak yang lagi memancing mau selamatkan adiknya yang tenggelam," katanya.

Baca juga: Satu Orang Pekerja Bangunan Tewas Tertimpa Rumah Roboh, Temannya Luka

Kedua jenazah bocah tersebut dimakamkan di TPU Talang Kerikil Gandus dan liang lahatnya bersebelahan.

Dua bocah laki-laki kakak adik tewas tenggelam di kolam retensi Perumahan Kajang Bayan di Jalan TPH Sofyan Kenawas, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, Senin (14/11/2022).

Korban berinisial MF (9) dan TJ (4) ditemukan tenggelam usai memancing di sekitar kolam retensi.

Korban bocah tenggelam di Gandus pertama kali ditemukan oleh Jana (50) warga sekitar yang melihat korban tengah asyik memancing sekitar pukul 06:45 WIB.

Jana bahkan sempat mengingatkan keduanya untuk segera pulang karena sepi dan masih pagi.

"Sudah sempat saya ingatkan agar pulang karena terlalu pagi mereka memancing, tapi MF menjawab jika ia mau ambil kail pancing dia yang hilang di kolam, " kata Jana.

Lanjutnya, tidak lama melintas lagi ke TKP sekitar pukul 07:00 WIB dan melihat kedua korban sudah masuk ke dalam kolam.

"Saat saya hendak pulang ke rumah, kembali melintas di TKP dan melihat korban MF sudah mengambang di kolam. Kemudian saya langsung memberi tahu orangtua kedua korban," ujarnya.

Dua bocah laki-laki kakak adik tewas tenggelam di kolam retensi Perumahan Kajang Bayan di Jalan TPH Sofyan Kenawas, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, Senin (14/11/2022). Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara.
Dua bocah laki-laki kakak adik tewas tenggelam di kolam retensi Perumahan Kajang Bayan di Jalan TPH Sofyan Kenawas, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, Senin (14/11/2022). Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara. (TRIBUN SUMSEL/RACHMAD KURNIAWAN)

Tidak lama kemudian tiba saksi yang merupakan orangtua korban yakni Rudi Yanto (42) bersama Iin Pramana (38) di kolam retensi, mereka melihat korban MF sudah meninggal mengapung. Sementara korban TJ tak terlihat.

Pencarian terhadap TJ dilakukan warga selama 15 menit dan akhirnya ditemukan dalam keluar busa dari mulut dan cairan dari hidung korban.

"Lalu dilakukan pencarian selama kurang lebih 15 menit dan ditemukan TJ dalam tidak sadar, " katanya.

Kemudian orangtua membawa kedua anaknya ke RSUD Gandus sekitar pukul 07:15 WIB untuk memastikan kondisi anaknya. Namun dari hasil pemeriksaan dokter denyut nadi korban tidak terasa. Dan kedua korban dinyatakan meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Haris Dinzah membenarkan adanya peristiwa tersebut.

"Iya benar, kami dan juga Polsek Gandus menerima laporan tersebut dari warga dan langsung datang ke lokasi untuk memastikan kejadiannya, " katanya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved