Harga Karet Palembang

Harga Karet Dunia Hari Ini Terkerek Naik Tipis, Nilai Tukar Rupiah Melemah Terhadap Dolar

Harga karet Sumsel ini naik karena memang harga karet dunia hari ini menguat tipis dibarengi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Penulis: Hartati | Editor: Vanda Rosetiati
DOK TRIBUN SUMSEL
Harga karet Sumsel hari ini naik karena memang harga karet dunia hari ini menguat tipis dibarengi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen hari ini naik tipis dibanding harga kemarin.

Naiknya harga karet Sumsel ini karena memang harga karet dunia hari ini menguat tipis yang juga dibarengi dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika sehingga harga secara keseluruhan ikut menguat juga.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika hari ini, Senin (7/11/2022) dibandrol Rp 15.657 per dolar Amerika atau semakin melemah dibanding nilai tukar Rupiah akhir pekan lalu, Jumat (4/11/2022) yang dibandrol Rp 15.603 per dollar.

Data Singapore Commodity (SGX) harga karet dunia hari ini naik Rp 630 per kg.

Harga karet dunia hari ini, Senin (7/11/2022)
KKK FOB 100 persen sebesar Rp19.556 per kg
KKK FOB 70 % sebesar Rp 13.689 per kg
KKK FOB 60 % sebesar Rp 11.734 per kg
KKK FOB 50 % sebesar Rp 9.778 per kg
KKK FOB 40 % sebesar Rp 7.822 per kg

Baca juga: Dua Kepala Dinas Muratara Dicopot dari Jabatan, BKPSDM Beberkan Alasan Mutasi Eselon II

Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet di Sumsel Senin 7 November 2022 dibandrol Rp 19.414 per kg atau naik Rp 535 per kg dibanding harga akhir pekan lalu 4 November dibandrol Rp 18.879 per kg.

"Indikasi harga karet hari ini naik Rp 535 per kg dibandingkan indikasi karet Jumat (4/11/2022) untuk KKK 100 persen," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Sumsel, Achmad Mirza, Senin (7/11/2022).

Naiknya harga KKK 100 persen juga diikuti naiknya juga harga karet kualitas lainnya mulai dari 40-90 persen.

Harga KKK 90 persen dibandrol Rp 17.472 per kg, KKK 80 persen dibandrol harga Rp 15.531 per kg.

Sedangkan untuk KKK 70 persen dibandrol Rp 13.589 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 11.648 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 9.707 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 7.765 per kg.

Menurut Mirza secara keseluruhan, ada enam faktor yang mempengaruhi harga karet di pasar internasional yaitu, nilai tukar mata uang regional terhadap dolar AS. Apabila penguatan kurs dolar AS menjatuhkan nilai tukar mata uang lain, maka akan berpengaruh terhadap harga karet.

Lalu, penggunaan karet sintetis sebagai competitor karet alam, suplay dan demand karet di pasar karet internasional, perkembangan industri otomotif dan ban. Kemudian faktor cuaca dan hama penyakit.

Dampak Tiongkok Lockdown

Sementara itu Ketua Umum Gapkindo Alex K Eddy mengatakan harga karet belakangan terus turun hanya berkisar di angka 1,1-1,3 Dollar Amerika per kilo untuk kadar karet kering.

Hal ini disebabkan karena dampak Tiongkok lockdown sehingga tidak ada perusahaan yang beraktivitas atau melakukan pengolahan sehingga permintaan karet dari Tiongkok stop.

Padahal negara yang paling banyak menggunakan karet alam ini adalah Tiongkok, itulah sebabnya harga karet anjlok karena tujuan ekspor utama berhenti membeli karet.

Sedangkan pasar Amerika dan Eropa permintaan karet alamnya tidak sebanyak Tiongkok. Belum lagi persaingan penjualan ke Eropa dan Amerika juga harus bersaingan dengan Thailand sehingga semakin sedikit peluang ekspor yang membuat harga komoditi andalan Sumsel ini harganya terus terpuruk beberapa waktu belakangan.

Baca berita lainnya langsung dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved