Harga Karet di Palembang

Harga Karet Pekan Awal November 2022, Harga Karet di Muratara Paling Tinggi Rp 13.224 per kg

Harga karet di awal pekan November 2022 cenderung stagnan. Di Muratara harga karet memang naik turun, namun tak terlalu signifikan.

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Vanda Rosetiati
DOK TRIBUN SUMSEL
Harga karet di awal pekan November 2022 cenderung stagnan. Di Muratara harga karet memang naik turun, namun tak terlalu signifikan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Harga karet di awal pekan November 2022 cenderung stagnan.

Di Musi Rawas Utara (Muratara) harga karet memang naik turun, namun tak terlalu signifikan.

Harga karet di Muratara paling tinggi Rp 13.224 per kilogram.

Dinas Pertanian dan Perikanan setempat menginformasikan turunnya harga karet dari pekan lalu hingga kini tak lebih dari Rp 500 per kg.

"Harga karet ini setiap harinya berubah, naik turun, tapi kalau dibandingkan pekan lalu cenderung stagnan," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Muratara, Ade Meiri Siswani melalui Kabid Perkebunan, Mustopo pada TribunSumsel.com, Jumat (4/11/2022).

Dia menyebutkan harga karet tergantung persentase Kadar Karet Kering (KKK).

Untuk KKK 70 persen kini berada di harga Rp 13.224 per kg, KKK 60 persen seharga Rp 11.335 per kg, KKK 50 persen Rp 9.446 per kg, dan KKK 40 persen Rp 7.556 per kg.

"Tapi harga tersebut belum dipotong biaya produksi," ujar Mustopo.

Baca juga: Cara Beli Token listrik Lewat m-Banking BCA

Sementara itu, di daerah ini harga karet diketahui berbeda-beda di setiap wilayah walau tak berselisih jauh.

Di wilayah Kecamatan Karang Jaya misalnya, harga karet berkisar antara Rp 6.000-6.500 per kg.

"Sekarang 6.500 ngambil dari pengepul, kalau orang beli keliling, dia ambil ke petani, harganya 6.000 sekilo," ujar salah seorang petani, Susanto.

Petani lainnya di Kecamatan Rupit mengungkapkan harga karet berkisar antara Rp 5.000-6.000 per kg.

"Ada yang jual harga 6.000, ada yang jual 5.000, murah memang, makanya banyak orang beralih ke sawit," ujar petani, Gito.

Sementara itu, di Kecamatan Ulu Rawas, petani menyebutkan harga karet saat ini Rp 6.000 per kg.

"Harga karet jangan ditanya, murah, paling kuat 6.000 sekarang sekilo, kadang turun 5.000," kata petani karet, Arjuna.

Dampak Tiongkok Lockdown

Harga karet dunia anjlok sebagai dampak dari Tiongkok lockdown. Tidak ada perusahaan pengolahan karet beraktivitas.

Ketua Umum Gapkindo Alex K Eddy mengatakan harga karet belakangan terus turun hanya berkisar di angka 1,1-1,3 dollar Amerika per kilogram untuk kadar karet kering. .

Lockdown yang diterapkan di Tiongkok ini mengakibatkan tidak adanya perusahaan beraktivitas atau atau melakukan pengolahan.

Otomatis permintaan karet dari Tiongkok juga setop.

Padahal sejauh ini negara yang paling banyak menggunakan karet alam ini adalah Tiongkok.

Itulah sebabnya harga karet anjlok karena tujuan ekspor utama berhenti membeli karet.

Sedangkan pasar Amerika dan Eropa permintaan karet alamnya tidak sebanyak Tiongkok.

Belum lagi persaingan penjualan ke Eropa dan Amerika juga harus bersaingan dengan Thailand sehingga semakin sedikit peluang ekspor yang membuat harga komoditi andalan Sumsel ini harganya terus terpuruk beberapa waktu belakangan.

Diberitakan sebelumnya Kota Wuhan hingga Xining kembali menerapkan lockdown karena Covid-19 pada akhir Oktober lalu.

Wuhan melaporkan, sekitar 20 hingga 25 kasus Covid-19 baru terjadi setiap hari dalam minggu ini.

Selama 14 hari, Wuhan mencatat sebanyak 240 kasus baru akibat Covid-19.

Dikutip dari The Guardian, pemerintah Kota Wuhan memerintahkan 800 ribu orang di satu distrik untuk tinggal di rumah hingga 30 Oktober 2022.

Sementara di Guanghzhou, pada hari Kamis menutup lebih banyak jalan dan lingkungan karena dianggap berisiko tinggi dalam kebangkitan Covid-19.

Di Xining, unggahan media sosial menceritakan tentang kekurangan pangan dan inflasi harga untuk barang-barang penting ketika pemerintah menahan rebound Covid-19 setelah libur hari nasional pada awal Oktober.

Kota-kota besar lainnya di seluruh China termasuk Datong dan Xi'an telah menerapkan pembatasan baru minggu ini untuk mengendalikan wabah lokal.

Baca berita lainnya langsung dari google news

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved