Berita Internasional
Daftar Tragedi di Bulan Oktober 2022 yang Tewaskan Hingga Ratusan Orang, Dibuka di Kanjuruhan Malang
Daftar Tragedi di Bulan Oktober 2022 yang Tewaskan Hingga Ratusan Orang, Dibuka di Kanjuruhan Malang
Dari 135 korban tewas banyak juga yang merupakan anak-anak.
Di kasus ini, polisi telah menetapkan enam orang sebagai tersangka.
Mereka adalah direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita, Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris dan Security Officer, Suko Sutrisno.
Selanjutnya, Kabag Ops Polres Malang, Kompol Wahyu Setyo Pranoto; Dankie Satbrimob Polda Jatim AKP Hasdarman; serta Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Ahmadi.
Saat ini para tersangka sudah ditahan di Polda Jawa Timur.
2. Jembatan Ambruk di India

Selain dua tragedi kerumunan di Kanjuruhan dan Itaewon, ada juga musibah yang menewaskan ratusan orang pada Oktober 2022.
Yakni tragedi ambruknya jembatan di Gujarat, India pada Minggu (30/10/2022).
Perkembangan teranyar, korban tewas akibat ambruknya jembatan penyeberangan di atas Sungai Machhu di Kota Morbi itu mencapai 132 orang.
Korban mayoritas adalah wisatawan yang saat itu sedang menikmati perayaan liburan.
Saat ambruk, mereka yang berada di atas jembatan terjun ke sungai yang ada di bawahnya.
"Jumlah korban tewas dalam insiden runtuhnya jembatan itu mencapai 132. Operasi pencarian dan penyelamatan terus berlanjut." kata NK Muchhar, pejabat senior dikutip dari Reuters, Senin (31/10/2022).
Otoritas setempat mengerahkan personel angkatan bersenjata dan tim darurat manajemen bencana nasional untuk melakukan pencarian orang hilang dan proses penyelamatan.
Pihak berwenang menyatakan ada lebih dari 400 orang berada di atas jembatan maupun sekitar lokasi jembatan yang punya panjang 230 meter tersebut.
Diketahui jembatan penyeberangan di Gujarat tersebut dibangun pada masa pemerintahan Inggris abad ke-19 sempat ditutup untuk dilakukan renovasi, dan kemudian dibuka kembali belum lama ini.
Baca juga: Polisi Ungkap Penyebab Tewasnya Korban Kerusuhan Kanjuruhan Malang, Sebut Bukan Karena Gas Air Mata
Baca juga: Fakta Tragedi Halloween Itaewon : Nyaris Tak Ada Petugas Penyelamat di TKP, Pejabat Korsel Menjawab