Berita Ganjar Pranowo

Ganjar Minta Layanan Kesehatan Proaktif Laporkan Indikasi Anak Gagal Ginjal Akut

Menurut Ganjar, laporan yang diberikan rutin setiap hari dengan cepat itu menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kasus gagal ginjal akut.

Editor: Sri Hidayatun
Dokumentasi
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo yang mengikuti secara daring bersama Forkopimda Jateng di Ruang Rapat Paripurna, DPRD Provinsi Jateng, Selasa (16/8/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM,BLORA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus memantau perkembangan penyakit gagal ginjal akut di Jawa Tengah.

Rekomendasi dari Kementerian Kesehatan terkait sejumlah obat-obatan harus dieksekusi di lapangan dengan taat.

"Selalu dalam pantauan karena dari Kemenkes sudah memberikan rekomendasi ya, hati-hati dengan beberapa obat, ada yang ditarik dari BPOM dan seterusnya. Ya kita sekarang musti eksekusi di lapangan dengan taat," kata Ganjar saat kunjungan kerja di Blora, Rabu (26/10/2022).

Sampai saat ini, kata Ganjar baru ada lima kasus gagal ginjal akut pada anak yang tecatat di Jawa Tengah.

Ganjar sebelumnya juga sudah meminta kepada Dinas Kesehatan untuk memantau seluruh rumah sakit dan layanan kesehatan yang merawat anak-anak dengan indikasi gagal ginjal akut.

Baca juga: Konsisten Tekankan Moderasi Beragama,Santri Ulama Musi Rawas Dukung Ganjar Pranowo

"Kita harapkan datanya cepat dikirim ke kita sehingga kita bisa merawat dengan baik dan bisa mengurangi potensi-potensi yang lebih fatal," ungkapnya.

Menurut Ganjar, laporan yang diberikan rutin setiap hari dengan cepat itu menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kasus gagal ginjal akut.

Di samping itu sosialisasi kepada orang tua yang punya anak-anak untuk tetap waspada dan berhati-hati.

"Kita sosialisasikan kepada orang tua beberapa obat-obatan yang kemarin itu sudah masuk catatan peringatan untuk tidak digunakan. Itu cara kita mencegah. Nah kita sosialisasi terus-menerus," jelasnya.

Mantan anggota DPR RI itu meminta layanan kesehatan proaktif dalam memberikan laporan dan ikut sosialisasi. Mulai dinas Kesehatan, rumah sakit, sampai puskesmas harus aktif berbicara mengenai penyakit ini.


"Yankes ini kita proaktifkan, kita juga gerakkan dinas kesehatan, puskesmas, agar semua orang ngomong ke publik agar semua orang tahu. Memang tidak gampang tapi kita harus bekerja untuk itu," paparnya.*
 
 
 
 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved