Liputan Khusus Tribun Sumsel

Kasus Kekerasan Mahasiwa UIN di Palembang, Tanggapan Pengamat Pendidikan Sumsel Dr Afriantoni (3)

Miris sekali terjadinya tindakan kekerasan dalam dunia pendidikan. Analisa lengkap disampaikan Pengamat Pendidikan Sumsel Dr Afriantoni MPdI.

Tayang:
Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/SHINTA DWI ANGGRAINI
Pengamat pendidikan Dr Afriantoni MPdI sangat menyesalkan tindakan kekerasan mahasiswa di UIN Raden Fatah Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Miris sekali terjadinya tindakan kekerasan dalam dunia pendidikan. Seperti baru-baru ini yang terjadi di UIN Raden Fatah Palembang.

Tindakan itu terjadi ketika masa diksar yang dilakukan diluar kampus.

Analisa lengkap disampaikan Pengamat Pendidikan Sumsel Dr Afriantoni MPdI.

Untuk itu yang bisa saya sarankan kepada seluruh mahasiswa yang akan melakukan kegiatan apapun agar mengajukan izin terlebih dahulu ke pihak kampus.

Tujuannya agar kampus bisa memberikan pengamanan serta rambu-rambu selama kegiatan berlangsung.

Sehingga apa yang dilakukan oleh mahasiswa dapat terkontrol dengan baik.

Baca juga: Arya Diikat di Pohon, Tanpa Busana Dipertontonkan, Kesaksian Korban Kekerasan di UIN Palembang (2)

Selama ini mungkin walaupun sudah ada rambu-rambu tapi selama ini tidak ada kontrol secara lanjut.

Sebab saya lihat banyak teman-teman mahasiswa kita yang melakukan kegiatan namun pimpinan kampus tidak tahu.

Tentunya kita semua sangat menyayangkan adanya tindakan kekerasan apalagi dalam dunia pendidikan yang sedang dalam proses penyesuaian pasca pandemi Covid-19.

Seharusnya dengan mulai diberlakukan lagi sistem pembelajaran tatap muka, masing-masing dari kita memperkuat lebih silaturahmi dengan tujuan supaya pembelajaran jadi lebih baik lagi.

Sudah semestinya pihak kampus mengambil tindakan jelas dan tegas terhadap kejadian ini.

Jelas dalam artian melakukan identifikasi terhadap semua hal yang berkaitan.

Mulai dari siapa saja yang menjadi pelaku hingga bagaimana tindak kejahatan itu bisa terjadi semestinya harus diidentifikasi secara menyeluruh dan jelas agar tidak terjadi kesimpangsiuran

Sanksi paling tegas yang bisa diberikan kepada pelaku adalah diberhentikan sebagai mahasiswa.

Sebab tindak kekerasan tidak bisa ditoleransi.

Tapi tentu keputusan itu butuh pertimbangan dari hasil investigasi yang sebelumnya dilakukan.

Sehingga nanti bisa diberikan upaya-upaya atau langkah-langkah yang lebih tepat. Apakah semuanya bisa dipecat (dari mahasiswa) atau mereka yang paling mendominasi saja (pelaku utama). 

Baca berita lainnya langsung dari google news

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved