Tragedi Arema Vs Persebaya

Duka Najwa Shihab 127 Orang Tewas dalam Tragedi Arema Vs Persebaya : Tragedi bagi Bangsa Indonesia

Dunia sepak bola tanah air tengah berduka atas kejadian kerusuhan yang terjadi tadi malam, di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10/2022).

Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Weni Wahyuny
Instagram/@najwashihab
Najwa Shihab menyampaikan turut berduka atas tragedi Tragedi Arema Fc Vs Persebaya yang mengakibatkan 127 orang tewas dan 180 lainnya mengalami luka-luka. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Dunia sepak bola tanah air tengah berduka atas kejadian kerusuhan yang terjadi tadi malam, di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10/2022).

Penyebab kerusuhan tersebut juga diduga kekecewaan suporter Arema karena kalah dari Persebaya dengan skor 2-3.

Presenter Najwa Shihab menyampaikan turut berduka atas tragedi kerusuhan Arema Fc Vs Persebaya yang mengakibatkan 127 orang tewas dan 180 lainnya mengalami luka-luka.

Melalui unggahan Instagram terbarunya, Najwa Shihab mengunggah bendera merah putih berkibar setengah tiang yang mengartikan Indonesia tengah berduka.

Dalam unggahan itu juga, sang aktivis menyematkan keterangan tragedi yang luar biasa bagi bangsa Indonesia.

"Satu nyawa pun sudah terlalu banyak, sudah amat sangat banyak. APALAGI INI." tulisnya.

Baca juga: Najwa Shihab Bereaksi Kerusuhan Arema Vs Persebaya Tewaskan Ratusan: Evaluasi Lalu Sedia Kala Lagi

Suporter Arema FC, Aremania turun ke stadion usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Aremania meluapkan kekecewaannya dengan turun dan masuk kedalam stadion usai tim kesayangannya kalah melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3.
Suporter Arema FC, Aremania turun ke stadion usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Aremania meluapkan kekecewaannya dengan turun dan masuk kedalam stadion usai tim kesayangannya kalah melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3. (SURYA/PURWANTO)

"Evaluasi, evaluasi, evaluasi. Klise? Jelas klise kalau evaluasinya cuma di permukaan. Apalagi kalau direaksi hanya dengan liga berhenti sesaat. Lalu berlanjut seperti sedia kala, seakan semuanya baik-baik saja, hanya karena sudah mengeluarkan sanksi, sanksi, dan sanksi." sambungnya.

"Tidak ada evaluasi jika responsnya hanya menyalahkan dan menghukum mereka yang paling rentan, sama sekali tidak menyentuh mereka yang punya kewenangan, dan berakhir hanya dengan semata ucapan belasungkawa." sambungnya.

Baca juga: Sikap Jokowi Terkait Tragedi Kerusuhan Arema Vs Persebaya, Sentil Kapolri, Ketum PSSI hingga Menkes

Menurut sang aktivis, tragedi yang terjadi ini luar biasa yang besar bagi bangsa Indonesia.

"Ratusan nyawa yang hilang ini tragedi luar biasa besar. Ini bukan lagi tragedi bagi sepakbola Indonesia, ini sudah tragedi bagi bangsa Indonesia. Langkah-langkah luar biasa mutlak dilakukan oleh semua otoritas tertinggi di negeri ini untuk menghukum yang bersalah, merombak yang memang harus dirombak." sambungnya.

Atas kejadian ini Najwa Shihab meminta untuk wajib diusut tuntas.

Baca juga: Sempat Diam, Reaksi Soimah Tahu Lesti Kejora Alami KDRT oleh Rizky Billar: Lepaskan, Buang Jauh-jauh

"Kalimat "ini tanggung jawab BERSAMA" artinya TIDAK ADA yg bertanggung jawab. Menyiratkan keinginan lepas tangan. Jadi mari kita kawal sama-sama. Tragedi ini wajib diusut tuntas." tutupnya.

"Duka saya untuk semua korban di Kanjuruhan. Hati dan perasaan saya bersama semua keluarga yang kehilangan." tutupnya.

Kronologi Kerusuhan Arema Vs Persebaya

Diketahui sebelumnya, Aremania, pendukung Arema FC masuk ke lapangan usai tim favoritnya kalah 2-3 di kandang sendiri di Stadion Kanjuruhan.

Aremania meluapkan kekecewaannya dengan masuk ke lapangan dan mengejar para pemain Persebaya dan Arema FC.

Sontak hal ini membuat petugas keamanan gabungan TNI dan Polri mencoba menghalau para suporter.

Pemain Persebaya langsung meninggalkan lapangan dan Stadion Kanjuruhan menggunakan empat mobil Polri, barracuda.

Sementara beberapa pemain Arema FC yang masih di lapangan lantas diserbu pemain.

Baca juga: Bocah 11 Tahun jadi Yatim Piatu, Ibu dan Ayah Tewas Kerusuhan Arema Vs Persebaya, Diduga Terinjak

Beberapa titik api tampak di tribun penonton.

Dua unit mobil polisi, salah satunya dari divisi K9 dibakar oleh massa. Nampak juga mobil lain rusak para dan dalam posisi miring di bagian selatan tribun VIP.

Suporter Arema FC, Aremania turun ke dalam stadion usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Aremania meluapkan kekecewaannya dengan turun dan masuk kedalam stadion usai tim kesayangannya kalah melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3
Suporter Arema FC, Aremania turun ke dalam stadion usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Aremania meluapkan kekecewaannya dengan turun dan masuk kedalam stadion usai tim kesayangannya kalah melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 (Tribun Jatim/Purwanto)

Laporan jurnalis KOMPAS TV (grup TribunJatim.com) Muhammad Tiawan, untuk mencegah massa suporter masuk ke lapangan petugas menembakkan gas air mata dan membuat banyak aremania yang pingsan.

Dalam pertandingan yang sangat sengit, Arema FC kebobolan 0-2 lewat gol Silvio Junior menit 8 dan gol Leo Lelis menit 33.

Singo Edan baru bisa membalas ketertinggalan lewat gol yang dicetak Abel Camara menit 42 dan tendangan penalti Abel Camara menit 47.

Di babak kedua, Bajul Ijo kembali mencetak gol dan itu menjadi gol kemenangan Bajul Ijo setelah 23 tahun tak pernah menang di kandang Singo Edan.

Gol kemenangan 2-3 Persebaya dicetak Menit 51 oleh Sho Yamamoto.

Baca berita lainnya di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved