Berita Universitas Bina Darma

Hebat, Tim Peneliti UBD Ciptakan Aplikasi Cerdas Pengenalan Aksara Komering

Ketua Research Group Dr. Yesi Novaria Kunang, S.T., M.Kom mengatakan aplikasi cerdas ini dapat mengenali Aksara Komering.

Editor: Sri Hidayatun
DOKUMENTASI UBD PALEMBANG
Tim peneliti Universitas Bina Darma ciptakan inovasi aplikasi cerdas pengenalan aksara komering. 

TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG- Dosen Universitas Bina Darma kembali menciptakan inovasi.

Kali ini oleh salah satu tim peneliti atau research group Universitas Bina Darma yang tergabung dalam intelligent system research group pada Universitas Bina Darma.

‘’Tim ini mengembangkan aplikasi cerdas,’’ kata Rahmat Novrianda Dasmen, S.T., M.Kom. selaku Manajer Inovasi dan Kekayaan Intelektual Universitas Bina Darma, Jumat (30/9/2022).

Ketua Research Group Dr. Yesi Novaria Kunang, S.T., M.Kom mengatakan aplikasi cerdas ini dapat mengenali Aksara Komering atau Aksara Ulu berbasis mobile.

Tim meneliti menggandeng bekerja sama dengan Dinas Kearsipan Sumatera Selatan dan Komunitas Pecinta Aksara Ulu Sumatera Selatan. Tercatat sebanyak 718 bahasa di Indonesia tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Salah satunya adalah bahasa daerah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), yaitu bahasa Komering yang dahulunya memiliki aksara sendiri.

“Bahasa Komering dahulunya memiliki aksara sendiri. Lebih dikenal dengan aksara Komering atau sebagian juga menyebutnya aksara Ulu atau Ogan,” jelas Dr. Yesi Novaria Kunang, S.T., M.Kom.

Aksara ini merupakan turunan dari aksara Kaganga di Provinsi Sumsel dibagi menurut daerah asal dan usianya.

Menurut daerah asalnya terdapat aksara Kaganga Besemah, Lembak (sekitar Kota Lubuk Linggau), Kayu Agung, Ogan (sepanjang Sungai Ogan dan Sungai Komering), Enim (sekitar Kabupaten Muara Enim) dan Rambutan (sekitar Kabupaten Banyuasin).

Keberadaan aksara nusantara, termasuk aksara Komering mulai tergerus oleh aksara latin yang dibawa oleh penjelajah dari Barat, sehingga saat ini sangat sedikit orang yang bisa membaca aksara Komering.

Aksara Komering atau Aksara Ulu ini hanya dikenal oleh segelintir orang yang kebanyakan usianya sudah lanjut dan sebagian dipelajari oleh ahli epigrafi.

Penggunaan aksara Komering banyak ditemukan dalam manuskrip kuno atau bersejarah yang ada di Provinsi Sumsel, yang mana tertulis informasi tentang masa lampau dan tersimpan di Dinas Kearsipan Sumsel.

“Teknologi dapat dimanfaatkan agar aksara Komering terlestarikan, ” tambah Ibu Dr. Yesi Novaria Kunang, S.T., M.Kom. Aplikasi yang dikembangkan Research Group Universitas Bina Darma ini dapat mengenali aksara Komering melalui inputan gambar, dari kamera atau foto serta juga mengenali Aksara Komering dari tulisan.

Pengembangan aplikasi cerdas ini adalah untuk membantu mengalih aksara-kan karakter aksara Komering ke karakter aksara Latin, serta digunakan untuk pembelajaran dan pengenalan bagi pengguna yang tidak mengenal aksara Komering, sehingga setiap orang bisa belajar mengalih aksarakan karakter Aksara Komering.

Selain itu, pengembangan aplikasi ini juga bertujuan agar peneliti lainnya dapat mengembangkan aplikasi cerdas, untuk pengenalan Aksara Daerah yang ada di Nusantara Indonesia.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved