Berita Pagaralam

Diserbu Cabai dari Lampung dan Bengkulu, Harga Cabai Turun Drastis di Pagaralam

Harga Cabai turun drastis di Pagaralam disebabkan Panen serentak dan masuknya cabai dari luar daerah ke Pagaralam.

SRIPOKU/WAWAN
Salah satu pedagang di Pasar Terminal Nendagung yang merasakan turunnya harga cabe dipasaran. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGAR ALAM - Setelah sempat beberapa bulan harga Cabe di Kota Pagar Alam selalu tinggi yaitu berkisar Rp75 ribu sampai Rp80 ribu perkilogram.

Saat ini harga Cabe ditingkat agen di Pagar Alam turun drastis  yaitu berkisar Rp25 ribu hingga Rp30 ribu perkilogram.

Kondisi ini diduga disebabkan banyaknya Cabe dari luar daerah Kota Pagar Alam yang masuk ke pasar induk Nendagung Kota Pagar Alam.

Hal ini juga disebabkan para petani di Kota Pagar Alam panen secara serentak.

Membuat banyaknya Cabe dipasaran yang berpengaruh pada harga jual.

Meskipun harga ditingkat agen dan pengecer anjlok namun ditingkat Padagang Kaki Lima (PKL) masih cukup tinggi yaitu berkisar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu perkilogram.

Manto (34) salah satu agen sayur di Pagar Alam membenarkan jika saat ini harga Cabe di Pagar Alam sedang anjlok atau turun dari harga sebelumnya. Harga sebelumnya yaitu Rp75 ribu hingga Rp80 ribu perkilogram. 

"Saat ini harga Cabe ditingkat agen dan pengecer hanya Rp25.000 hingga Rp30.000 perkilogram. Hal ini disebabkan barang sedang banyak dipasaran," ujarnya.

Dikatakannya, turunnya harga Cabe ini diduga disebabkan banyaknya Cabe dari luar daerah masuk ke Pagar Alam mulai dari Curup Bengkulu dan Lampung.

"Cabe dari luar banyak masuk ke Pasar Pagar Alam ni dek. Jadi berpengaruh dengan harga jual," katanya.

Baca juga: Pembangunan Selesai, Jembatan Air Nakau di Jalan Lintas Kepahiang-Pagaralam Segera Dibuka

Sedangkan Santo (40) salah satu petani Cabe Pagar Alam mengatakan, bahwa banyaknya barang luar masuk ke Pagar Alam akan mempersulit kondisi para petani Cabe di Pagar Alam. 

"Kami yang akan merugi jika banyak barang dari luar masuk ke Pagar Alam. Karena biaya rawat tanaman Cabe ini cukup mahal yaitu Rp7.000 perbatang dari pertama menanam hingga akhir panen," jelasnya. (SP/WAWAN)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved