Berita Citraland

Preservasi Jalintim Dengan Skema KPBU Tingkatkan Kenyamanan Dan Keselamatan

Skema ini merupakan terobosan baru dalam penyelenggaraan jalan nasional/jalan non-tol sebagai upaya mencari alternatif pembiayaan infrastruktur.

Editor: Sri Hidayatun
Dokumentasi Citraland
Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Sumatra Selatan melakukan Perbaikan dan peningkatan preservasi tiga ruas jalan lintas timur. 

TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG- Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Sumatra Selatan melakukan perbaikan dan peningkatan preservasi tiga ruas jalan lintas timur.

Perbaikan dan peningkatan jalan tersebut masuk dalam proyek preservasi dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) jalan lintas timur (jalintim) Sumatra Selatan sepanjang total 29,87 kilometer.

Skema ini merupakan terobosan baru dalam penyelenggaraan jalan nasional/jalan non-tol sebagai upaya mencari alternatif pembiayaan infrastruktur dengan tidak membebani APBN.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pekerjaan preservasi jalan melalui skema KPBU merupakan upaya inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan jalan nasional sehingga konektivitas antar pusat pertumbuhan ekonomi seperti kawasan industri dan wisata di berbagai daerah dapat ditingkatkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkim Provinsi Sumsel Basyarudin Akhmad mengatakan kedepan jalan Soekarno Hatta sampai ke Jl. Yusuf Singadekane ini akan menjadi Jalan arteri sekunder, dan wilayah keramasan ini akan menjadi bangkitan.

Perbaikan jalan lintas timur
Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Sumatra Selatan melakukan Perbaikan dan peningkatan preservasi tiga ruas jalan lintas timur.

"Seperti menabur gula, maka semut - semut akan datang kesitu, juga ditambah dengan pemicu lainnya seperti pintu exit tol keramasan, jadi memang sudah banyak yang memicu bangkitan - bangkitan dikawasan tersebut” ucapnya (19/9/2022).

Adapun lingkup utama proyek KPBU ini adalah melaksanakan preservasi Jalan Nasional Lintas Timur (Jalintim) Sumatera sepanjang 29,87 km meliputi ruas Jalan Srijaya Raya (6,30 km), Jalan Mayjen Yusuf Singadekane (5,2 km), Jalan Letjen H. alamsyah Ratu Perwiranegara (3,15 km), Jalan Soekarno - Hatta (8,32 km), Jalan Akses Terminal Alang-alang Lebar (4 km), dan Jalan Sultan mahmud Badarudin II (2,9 km).

Preservasi Jalintim Sumatera Selatan ini diharapkan dapat mempersingkat waktu tempuh kendaraan akibat kondisi jalan yang baik serta mempengaruhi pertumbuhan perekonomian wilayah dan menjaga inflasi.

Kalau jalan rusak, biaya logistik menjadi lebih mahal dan berpengaruh pada inflasi.

Selain preservasi jalan, proyek KPBU ini juga mencakup rehabilitasi dan penggantian 14 jembatan dengan total panjang bentang 2,57 km.

Rinciannya adalah 8 jembatan di ruas Jalan Srijaya Raya yakni Jembatan Air Waru A (16 meter), Air Waru B (13 meter), Air Kenangan A (6 meter), Air Kenangan B (7 meter), Air Ibul Besar A (27,7 meter), Air Ibul Besar B (29,5 meter), Air Rosa A (28,1 meter), dan Air Rosa B (29,6 meter); sebanyak 4 jembatan di Jalan Mayjen Yusuf Singadekane yakni Jembatan Air Keramasan Lama (613 meter), Air Keramasan Baru (540 meter), Air Musi Lama (534,6 meter), dan Air Musi Baru (697,8 meter); sebanyak 2 jembatan di Jalan Soekarno Hatta yakni Sekanak VI A (16,6 meter) dan Sekanak VI B (16, 8 meter).

Proyek KPBU ini di bawah tanggungjawab Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumsel, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR dengan kontraktor pelaksana PT Jalintim Adhi-Abipraya.

Kegiatan ini memiliki masa konsesi 15 tahun yang terdiri dari 3 tahun masa konstruksi dan 12 tahun masa layanan dengan biaya investasi sebesar Rp 982,4 miliar.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) KPBU Jalintim, Perwira, mengatakan bahwa perbaikan dan peningkatan jalan itu juga bakal mengurangi titik kemacetan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved