Bahasa Palembang
Arti Pecah Bulu Bahasa Palembang, Ini Maksud dan Contoh Kalimatnya, Kamus Bahasa Palembang Lengkap
Artikel ini memuat penjelasan mengenai arti Pecah Bulu dalam bahasa Palembang beserta contoh kalimatnya.
Penulis: Novaldi Hibaturrahman | Editor: Novaldi Hibaturrahman
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Simak penjelasan mengenai arti Pecah Bulu dalam bahasa Palembang beserta contoh kalimatnya.
Pecah Bulu merupakan kosa kata populer yang digunakan masyarakat Palembang dan daerah sekitarnya.
Tahukah kamu apa arti dari kata Pecah Bulu dalam bahasa Palembang? Berikut penjelasan beserta contoh kalimatnya.
Arti Pecah Bulu Bahasa Palembang
Pecah Bulu merupakan sebuah istilah dalam bahasa Palembang untuk menyebutkan kondisi pubertas yang terjadi lebih awal sebelum waktunya.
Bisa dikatakan, pecah bulu merupakan sebutan untuk kata "pubertas dini" dalam bahasa Indonesia.
Sementara pengertian dari Pubertas dini dilansir dari laman alodokter.com adalah perubahan tubuh anak menjadi dewasa (pubertas) di usia yang lebih awal dari seharusnya.
Frasa ini sangat populer penggunaannya di berbagai daerah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) termasuk Kota Palembang.
Dalam bahasa Palembang sehari-hari, kosa kata ini biasa digunakan sebagai teguran untuk anak-anak yang penasaran dengan aktivitas orang-orang dewasa.
Seperti contoh kalimat berikut.
"Jangan becewekan/cowokan dulu kau tu dek, awak masih SD, gek pecah bulu kau"
(Jangan pacaran dulu kamu itu dik, kamu masih SD, nanti dewasa sebelum waktunya)
"Nah budak itu la pecah bulu caknyo"
(Nah anak itu, kayaknya pubertas sebelum waktunya)
Baca juga: Daftar Nama Panggilan Keluarga dalam Bahasa Palembang Lengkap dari Kakek hingga Kakak
Baca juga: 10 Contoh Pantun Pembuka Acara dalam Bahasa Palembang yang Lucu dan Kekinian
Baca juga: Arti Ado Gawe dalam Bahasa Palembang, Ini Maksud Makna dan Contohnya, Kamus Bahasa Palembang Lengkap
Buat kamu yang penasaran dengan kosa kata Palembang lainnya, berikut Tribunsumsel sajikan Kamus Bahasa Palembang Lengkap.
A
• Abes (habis)
• Ado (Ada;Tersedia)
• Agam (Suka)
• Anyar (Baru)
• Apo (Apa)
• Awak (Kamu/Anda)
• Asak (Asal)
• Asek (asik)
• Abang (Merah)
• Aguk (Peduli)
• Akor (se iya sekata)
• Ari (Hari)
B
• Bae (Saja)
• Bange (suka tidak mendengar)
• Bangat (Banget)
• Balen (Ulang)
• Balak (Masalah)
• Balek (Pulang)
• Banyu (Air)
• Basa (Basah)
• Bahaso (Bahasa)
• Baseng (Terserah)
• Bebala (Berkelahi)
• Bedesau (Cemas)
• Bengor (Bonyok)
• Belom (Belum)
• Belari (Berlari)
• Belagu (Berlagak)
• Belagak (Ganteng)
• Belago (Berkelahi)
• Bekendak (Ada Maunya)
• Berejo (Berupaya)
• Belanjo (Berbelanja)
• Betedo (Berteduh)
• Beguyur (Berjalan santai)
• Belagak (Ganteng, Cantik)
• Belago (Berkelahi)
• Begawe (Bekerja)
• Belinjangan (Berpacaran)
• Bekiuk (Berbohong)
• Besak (Besar)
• Beruk (Monyet)
• Bejalan (Berjalan)
• Budak (anak)
• Buntang (Bangkai)
• Bunting (Hamil)
• Buyan (Bodoh)
• Bontet (Gemuk)
• Bingen (Zaman dulu)
• Bik Cek (Sapaan untuk Mbak, Tante/Bibi)
• Buyan (Bodoh)
• Bengal (tidak laku yang tidak menurut)
• Bengak (Bodoh)
• Begoco (Bakuhantam)
• Belaki (Telah Memiliki Suami atau Bersuami)
• Bebini (Telah Beristri)
• Bongok (Bodoh)