Berita Sriwijaya FC
Kelompok Suporter Sriwijaya FC Bicara Soal Nasib Liestiadi, Usai Sepakat Tak Ada Lagi Permusuhan
Pemandangan mengharukan suporter mendukung Sriwijaya FC ini terjadi di Stadion Atletik 1 JSC Palembang saat menjamu Persiraja
TRIBUNSUMSEL.COM - Liestiadi berhasil meraih kemenangan keduanya kala memimpin Sriwijaya FC di Liga 2 Indonesia.
Sejumlah rotasi dilakukan Liestiadi, pada laga Sriwijaya FC vs Persiraja tersebut.
Hasilnya, anak asuh Liestiadi, berhasil membuat Sriwijaya FC meraih kemenangan di Liga 2 Indonesia.
Usai pertandingan, Ketua Umum kelompok suporter Singa Mania Yayan Hariansyah SH bersama Cafo Tifoso Ultras Palembang Qusoi SH berbaur di tribun Ultras membakar semangat massa suporter untuk bersatu sesama kelompok suporter solid mendukung tim Sriwijaya FC.
Pemandangan mengharukan suporter mendukung Sriwijaya FC ini terjadi di Stadion Atletik 1 JSC Palembang saat menjamu Persiraja, Kamis (22/9/2022) sore.
Tersebar rekaman video singkat berdurasi 33 detik dukungan terhadap Sriwijaya FC.
Dalam video itu terlihat Qusoi dan Yayan Hariansyah menggunakan alat pengeras suara mengumumkan tribun stadion yang dihuni Ultras kedatangan Ketua Umum Kelompok Suporter Singa Mania Yayan Hariansyah SH dan meminta untuk tak lagi ada permusuhan sesama suporter SFC.
"Ini ado Ketuo Singa Mania datang langsung ke tribun kito. Singgonyo kito katek lagi permusuhan. Kito dukung Sriwijaya FC. Dak katek lagi kito bekapakan, cuko para," teriak Qusoi.
Kepada Sripoku.com Qusoi mengatakan mereka tiga suporter (Sriwijaya Mania, Singa Mania, dan Ultras Palembang) ini sudah komitmen waktu dipanggil rapat permulaan Liga 2 di Palembang oleh Kapolrestabes.
Intinya Kapolrestabes mendukung langkah-langkah suporter untuk tetap kompak mendukung Sriwijaya FC.
"Karena kami satu kesatuan dengan tim sama-sama wong Palembang. Sama-sama wong Sumsel. Intinya sudah capek dan jenuh terjadinya kerusuhan tahun-tahun sebelumnya di tiga tahun belakangan terakhir," tegas Qusoi, Jumat (23/9/2022).
Ia berterimakasih kepada manajemen Sriwijaya FC yang telah memberi fasilitas khusus masalah tiket juga telah berjuang untuk tetap Sriwijaya FC bermain di Palembang walaupun di Stadion Atletik yang selama ini didengung-dengungkan SFC bakal berhomebase di Lampung.
Tapi manajemen tetap berusaha keras untuk main di Palembang.
Juga perjalanan Sriwijaya FC selama ini terkhusus dari Ultras Palembang sangat memaklumi karena penunjukan Liestiadi juga di detik akhir injury time pendaftaran Sriwijaya FC di Liga 2 dan itu juga Liestiadi sudah menerima pemain yang sudah direkrut duluan oleh manajemen SFC.
Bukan Liestiadi mencari pemain dari awal. Dan Liestiadi hanya sekian persen membawa pemain binaannya.