Berita Palembang

Gadis 16 Tahun Nyaris Jadi Korban Rudapaksa di Palembang, Korban Dicekik dan Dipukuli

Seorang gadis 16 tahun nyaris jadi korban rudapaksa tetangga di Palembang. Kejadiannya Selasa (20/9/2022) sekitar pukul 23:00 WIB malam.

Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RACHMAD KURNIAWAN
Seorang gadis 16 tahun nyaris jadi korban rudapaksa tetangga di Palembang, kejadiannya Selasa (20/9/2022) sekitar pukul 23:00 WIB malam. Korban bersama ibunya hari ini melapor ke Polrestabes Palembang, Kamis (22/9/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Seorang gadis 16 tahun nyaris jadi korban rudapaksa tetangga di Palembang. Kejadiannya Selasa (20/9/2022) sekitar pukul 23:00 WIB malam.

Korban berinisial DPS yang masih sekolah di salah satu SMA di Palembang ini bersama orangtuanya melapor ke Polrestabes Palembang, Kamis (22/9/2022) .

Kronologis kejadian percobaan rudapaksa, saat itu DPS sedang menonton TV di rumahnya, Selasa (20/9/2022) sekitar pukul 23:00 WIB malam.

Korban DPS (16) warga Plaju mengalami luka memar di leher dan tubuhnya akibat dicekik oleh pelaku inisial P dan dipukuli oleh pelaku.

DPS didampingi ibunya Erna (57) melaporkan peristiwa itu ke SPKT Polrestabes Palembang, Rabu (21/9/2022).

"Saat itu anak saya lagi nonton TV di ruang tamu, saya lagi di warung di samping rumah. Tiba-tiba pelaku masuk ke dalam rumah, " ujar Erna usai membuat laporan.

Saat masuk ke dalam rumah, pelaku langsung mencengkram leher korban dan memaksa korban untuk membuka baju namun korban menolak.

Akhirnya pelaku mencekik korban dan korban pun melawan sambil berteriak.

"Anak saya mau diperkosa sama dia, tapi anak saya melawan kemudian dipukul sama pelaku. Saya dengar anak saya teriak minta tolong memanggil saya, lalu saya datangi. Pelaku sempat mengunci pintu dari dalam, sampai saya datangi pelaku langsung kabur keluar rumah, " ujarnya.

Setelah kejadian Erna dan suaminya langsung mencari keberadaan pelaku pada malam tersebut. Lalu keesokan harinya Erna mendatangi rumah orangtua pelaku.

"Kami datang ke rumah orangtua pelaku, namun dia tidak ada. Tidak ada permintaan maaf dari keluarga pelaku saat kami ke sana, katanya terserah di kami. Makanya saya jadi lapor ke polisi, " katanya.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi membenarkan laporan korban tentang tindak kekerasan kepada anak.

"Laporan korban sudah kami terima tentang kejahatan perlindungan anak, UU nomor 23 tahun 2009 tentang perlindungan anak pasal 80 UU 35 tahun 2014. Segera kami tindak lanjuti, " katanya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved