Berita Banyuasin

Sosok Riyan Aditya Kadis PU Perkimtan Banyuasin, Kadis Termuda, Bedah 500 Rumah tak Layak Huni

Sosok Riyan Aditya Kepala DinasPU Perkimtan Banyuasin menjadi sosok kepala dinas termuda. Usai dilantik langsung tancap gas bedah 500 rumah.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
Sosok Riyan Aditya Kepala Dinas PU Perkimtan Banyuasin (kiri) menjadi sosok kepala dinas termuda. Usai dilantik langsung tancap gas bedah 500 rumah tak layak huni. 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Sosok Riyan Aditya Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PU Perkimtan) Banyuasin menjadi sosok kepala dinas termuda.

Usai dilantik Bupati Banyuasin H Askolani Jasi beberapa pekan lalu, Ir HM Riyan Aditya Saputra langsung tancap gas.

Hal ini, dibuktikan Riyan Aditya Saputra dengan melaksanakan program bedah rumah milik warga yang tak layak huni.

Program bedah rumah ini, diperoleh Kadis PU Perkimtan Banyuasin ini dari bantuan pemerintah pusat untuk warga Banyuasin.

Setidaknya, ada sekitar 500 rumah tidak layak huni di wilayah Banyuasin yang nantinya akan dibedah. Namun, untuk langkah awal bedah rumah dilaksanakan di Desa Pangkalan Benteng Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin.

Baca juga: Jenazah Ujang Herwan Orang Dimakan Buaya di Banyuasin Ditemukan,10 Kilometer Dari Lokasi Awal

"Alokasi anggaran setiap rumah yang akan dibedah tidak besar, yakni Rp 17.5 juta. Dengan anggaran yang minim ini, kami semaksimal mungkin bisa membangunkan rumah layak huni untuk masyarakat Banyuasin," ujarnya saat ditemui ketika mengecek rumah yang sudah dibedah, Selasa (20/9/2022).

Setidaknya, di Desa Pangkalan Benteng Kecamatan Talang Kelapa ini sudah ada 60 rumah tidak layak huni di bedah. Bedah rumah ini, diberikan setelah sebulan dilakukan verifikasi dan pendataan terhadap masyarakat yang memang layak rumahnya dibedah.

Program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) ini, pastinya harus tepat sasaran. Selain itu menurut Riyan, verifikasi dan juga kelayakan rumah untuk dibedah dilihat dari kondisi bangunan, kesehatan atau sanitasi dan air bersih layak, serta luas rumah sesuai standar ruang gerak minimum penghuni.

"Dengan anggaran yang sedikit, minim pastinya tidak bisa untuk membayar tukang. Karena Rp 17.5 hanya untuk material saja, jadi untuk pembangunan kami laksanakan secara gotong royong," ungkapnya.

Sosok Riyan Aditya Kepala Dinas PU Perkimtan Banyuasin (kiri) menjadi sosok kepala dinas termuda. Usai dilantik langsung tancap gas bedah 500 rumah tak layak huni.
Sosok Riyan Aditya Kepala Dinas PU Perkimtan Banyuasin (kiri) menjadi sosok kepala dinas termuda. Usai dilantik langsung tancap gas bedah 500 rumah tak layak huni. (TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH)

Sementara itu, Kades Pangkalan Benteng Agus Kurniawan, pihaknya yang mengajukan bedah rumah sangat terbantu dengan program yang diberikan kepada masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni.

"Masih ada 200 rumah tidak layak huni lagi di Pangkalan Benteng, jadi kami masih berharap bisa kembali dapat bantuan bedah rumah. Untuk pembangunan, pastinya dilakukan secara gotong royong," katanya singkat.

Sedangkan Siti Aisyah yang rumahnya sudah dibedah mengaku senang dan tidak lagi takut bila hujan. Karena, rumah yang ditempatinya selama enam tahun bersama suami dan anak-anaknya kerap kali bocor ketika hujan.

"Kemarin, rumahnya dari papan dan atapnya itu dari atap daun nipah. Kalau hujan, bocor. Sekarang, alhamdulillah sudah dari batu bata dan pastinya tidak akan kebocoran lagi," katanya singka.

Baca berita lainnya langsung dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved