Berita Kriminal

Dua Calon Kades di Muba Dilaporkan ke Polda Sumsel, Diduga Lakukan Pemalsuan Surat

Matcik mengatakan dua Kades berinisial A (41) dan B (31) warga Desa Simpang Tungkal itu diduga telah melakukan perbuatan yang membohongi masyarakat da

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF BASUKI ROHEKAN
Matcik (52) warga Simpang Tungkal Kecamatan Tungkal Jaya Kabupaten Muba laporkan dua calon kades di Muba diduga palsukan surat 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Diduga melakukan pemalsuan surat- surat untuk bisa mendaftar sebagai peserta Pemilihan kepala desa (Kades), dua Kades di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dilaporkan warganya ke Polda Sumsel.

Hal ini sesuai dengan surat tanda terima laporan/pengaduan ke Polda Sumsel nomor: STTLPN/03/IX/2022/SPKT, pada 16 September lalu dengan pelapor Matcik (52) warga Simpang Tungkal Kecamatan Tungkal Jaya Kabupaten Muba.

Dalam keterangannya, Matcik mengatakan dua Kades berinisial A (41) dan B (31) warga Desa Simpang Tungkal itu diduga telah melakukan perbuatan yang membohongi masyarakat dan panitia pemilihan desa, saat pendaftaran calon kades, jika sebenarnya keduanya tidak memenuhi syarat. Namun nyatanya lolos.

"Kita patut curigai jika berkas atau surat mereka serahkan untuk syarat administrasi pendaftaran palsu. Sehingga kita selaku masyarakat minta diusut tuntas oleh pihak kepolisian, dan perhatian serius Pemkab Muba," kata Matcik, Minggu (18/9/2022).

Dijelaskan Matcik, memang dalam pendaftaran calon kades di desanya itu lebih dari 9 orang yang daftar, dan setelah diverifikasi berkasnya sesuai poin-poin yang didapat dari Peraturan Bupati (Perbup) nomor 80 tahun 2021 pasal 70 ada penilaian (skor) dari pengalaman misal kepala Dusun, BPD dan sebagianya, sehingga diambilah 5 besar yang akan bertarung dalam pemilihan kades dalam waktu dekat.

"Kedua calon kades itu, diduga memalsukan surat pernah jadi Kepala Dusun, dan nyatanya Kades yang ada tidak pernah menandatanganinya. Dan syarat Kadus juga ada aturannya minimal tamatan SMP saat menjabat, nah ini ijazah mereka didapat setelah selesai menjadi Kadus. Jadi bertentangan dengan Perbup tadi, kan aneh ini, " paparnya.

Matcik menilai, jika proses dari awal pemilihan kades sudah dilakukan kecurangan hingga terpilih, kedepannya Kades yang memimpin juga tidak amanah kepada rakyat.

"Yang jelas jika dari awal kecurangan siapapun yang terpilih Kadesnya tidak bagus, karena dari hasil kecurangan. Kedua, tentunya dalam aturan Pemilihan kalau tidak terpenuhi otomatis gugur secara administrasi meskipun kita tidak tahu, apa karena tidak selektif atau hal lain (permainan)," paparnya.

Untuk itu, ia berharap proses tahapan penjaringan calom dalam Pilkades yang ada dilakukan ulang, dan harus dilakukan sesuai Perbup yang ada, dan ini bisa menjadi pelajaran dan perhatian bagi Pemkab Muba termasuk panitia pemilihan desa, jika masyarakat saat ini sudah pintar.

Sementara Panitian Pemilihan Kepala Desa Simpang Tungkal, Gede Jais yang dihubungi belum merespon terkait aduan warganya tersebut.

Baca berita lainnya di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved