Berita Lubuklinggau

Terjerat Kasus Asusila, Oknum Perawat RS Siti Aisyah Lubuklinggau Diberhentikan

Rumah Sakit Siti Aisyah memberhentikan HM (35) seorang oknum perawat yang terjerat kasus asusila terhadap anak dibawah umur.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO
Kasubid Pelayanan Medik Khusus, Evvy Andayani, didampingi Kabid Penunjang Medik, Rama Diyani Fitri, dan Kasubag Humas, Yasir Watera saat menyampaikan pers rilis. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -HM (35) seorang oknum perawat Rumah Sakit Siti Aisyah Kota Lubuklinggau Sumsel ditangkap polisi karena diduga melakukan asusila kepada anak dibawah umur.

Akibat aksi asusila itu , warga Kelurahan Pasar Satelit, Kecamatan Lubuklinggau Utara II ini  langsung diberhentikan oleh pihak Rumah Sakit Siti Aisyah.

Kasubid Pelayanan Medik Khusus, Evvy Andayani, didampingi Kabid Penunjang Medik, Rama Diyani Fitri, dan Kasubag Humas, Yasir Watera menyampaikan telah mengambil langkah pemberhentian kepada pelaku HM.

"Kami telah melakukan pemberhentian status pelaku HM sebagai perawat rumah sakit Siti Aisyah sampai menunggu perkembangan status pelaku dalam hukum," ungkapnya dalam pers rilis pada wartawan, Jumat (16/9/2022).

Dia mengungkapkan, artinya saat ini pihaknya telah mengambil langkah tegas dengan didukung komite keperawatan yang akan mengambil kewenangan klinis HM sebagai perawat.

"Kami pun minta maaf kepada seluruh masyarakat Kota Lubuklinggau atas kejadian ini, kasus ini telah kami serahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib dengan mengedepankan pro yustisa, artinya kami menghormati proses hukum yang sedang berlangsung," ujarnya.

Menurutnya, kasus memalukan ini hal yang benar-benar tidak bisa ditoleransi sama sekali oleh rumah sakit, meski pelaku HM sudah bertugas sejak 2013 di rumah sakit Siti Aisyah sebagai tenaga BLUD.

"Kemudian untuk hak pasien, kenyamanan pasien, itu merupakan tolak ukur pelayanan rumah sakit," ungkapnya.

Dia menilai kesalahan pelaku HM bukan kesalahan pelayanan rumah sakit, seperti salah suntik atau salah pemberian obat, tapi murni karena etika yang buruk dilakukan pelaku.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved