Berita Muara Enim

Pecatan Polisi Bakar Pacar di Muara Enim Divonis 20 Tahun Penjara, Terdakwa dan JPU Banding

Adriansyah pecatan polisi bakar pacar di Muara Enim divonis 20 tahun penjara pada sidang vonis yang digelar di Pengadilan Negeri Muara Enim.

Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/ARDANI ZUHRI
Adriansyah pecatan polisi bakar pacar di Muara Enim divonis 20 tahun penjara pada sidang vonis yang digelar di Pengadilan Negeri Muara Enim, Selasa (13/9/2022). 

"Keluarga kami sudah meninggal, tidak bisa kembali lagi. Kami kurang puas atas vonis tadi. Tapi tadi terdakwa langsung banding mudah-mudahan nanti bisa lebih tinggi,” harapnya.

Penasehat hukum terdakwa, Heru Pudjo Handoko, mengatakan putusan majelis hakim masih dinilai tinggi. Sebab putusan 20 tahun itu adalah maksimal.

"Kami menilai masih ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, untuk itulah kami akan mengajukan banding," katanya.

Terpisah, Kasi Pidum Kejari Muara Enim Alex Akbar, mengatakan mereka menilai putusan hakim 20 tahun penjara jauh lebih rendah dari tuntutan JPU yang menuntutnya penjara seumur hidup.

"Untuk itu meskipun JPU pikir-pikir nantinya kami akan lakukan banding. Apalagi terdakwa juga sudah menyatakan banding," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya terdakwa menjalin hubungan kepada korban Nengsih Marlina.

Korban (alm) berusaha menghindari terdakwa. Pada tanggal 10 Maret 2022 terdakwa yang tidak terima ditinggalkan korban lalu terdakwa mendatangi korban di rumah kontrakannya teman korban dengan sengaja membawa 1 botol plastik air mineral berisikan bensin sekitar 1,5 liter dan korek api gas yang telah disiapkan.

Kemudian, terdakwa masuk ke kamar korban menyirami korban dengan bensin lalu menyalakan korek api dilantai yang basah karena tumpahan bensin hingga membakar kamar kontrakan korban kemudian menyambar ke tubuh korban.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar sebesar 68,5 persen dan sempat dilarikan ke rumah sakit, namun setelah menjalani perawatan beberapa hari akhirnya korban meninggal dunia pada tanggal 26 Maret 2022.

Terdakwa Andriansyah sebelumnya merupakan oknum polisi yang bertugas di Polres Lahat berpangkat Brigadir.

Kejadian ini sempat heboh dan viral serta mencoreng institusi kepolisian yang berakhir terdakwa dipecat secara tidak hormat dari Kepolisian. Adapun terdakwa, atas perbuatannya didakwa dalam dakwaan pertama primair pasal 340 KUHP subsidair pasal 338 KUHP atau kedua primair pasal 355 ayat (2) KUHP subsidair pasal 354 ayat (2) KUHP. (sp/ari)

Baca berita lainnya langsung dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved