Berita Palembang

Ongkos Angkutan ke Jalur Perairan Sumsel Tidak Naik, Serang Speedboat Terdampak Kenaikan BBM 2022

Ongkos angkutan ke wilayah jalur perairan Sumsel tidak naik, serang speedboat merogoh kocek lebih dalam imbas BBM naik.

Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RACHMAD KURNIAWAN
Ongkos angkutan ke wilayah jalur perairan Sumsel tidak naik, serang speedboat merogoh kocek lebih dalam imbas BBM naik, Selasa (13/9/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Ongkos angkutan ke wilayah jalur perairan Sumsel tidak naik, serang speedboat merogoh kocek lebih dalam imbas BBM naik.

Kondisi ongkos angkutan ke wilayah Jalur perairan di Sumsel tidak naik ini diungkap sejumlah serang ketek dan speedboat di dermaga BKB dan dermaga Pasar 16 Ilir Palembang.

Kebutuhan Pertalite dan Solar menjadi kebutuhan utama para sopir yang sehari-hari mengangkut penumpang dan barang. Sedangkan mereka tidak bisa menaikkan ongkos angkutan.

Dodo seorang sopir speedboat di Dermaga 16 Ilir mengungkapkan semenjak kenaikan BBM jenis Pertalite pengeluaran untuk mengisi full tangki speedboat menjadi naik.

"Sekarang tambah susah. Kalau mau mengisi full tangki kapasitas 200 liter biasanya sekitar Rp 2 juta menjadi Rp 3 juta soalnya setiap 20 liter BBM dicampur oli 1 liter. Banyak mas pengeluarannya sekarang, " kata Dodo saat dijumpai, Selasa (13/9/2022).

Baca juga: Polres Lubuklinggau Tangkap Tiga Penimbun BBM Bersubsidi, Ungkap Modus dan Motif Pelaku

Kesulitan mencari BBM pun dirasakan karena kini untuk mendapatkan BBM pertalite ia kerap membeli dari pedagang eceran di jalan dan dibeli sekaligus.

"Selain beli di kios sungai kami sekarang beli di penjual BBM eceran, harga satu liternya mencapai Rp 12 ribu sedangkan kalau mau isi full 200 liter, katanya.

Meski pengeluaran bertambah, ongkos untuk penumpang justru tidak ia naikkan karena akan membuat penumpang tidak mau naik speedboat lagi.

"Belum berani kami naikkan (ongkos) takut penumpang lari. Ongkos sekarang masih berkisar Rp 100 ribu an. Kalau penuh penumpang speedboat mencapai 30 orang, " ujarnya.

Sama halnya yang diungkapkan Hasan seorang serang ketek, pengeluarannya untuk mengisi BBM naik Rp 10 ribu. Dimana sebelumnya sehari ia mengisi BBM solar mengeluarkan uang Rp 35 ribu - Rp 40 ribu, kini ia harus merogoh kocek Rp 45 ribu.

"Sehari perjalanan habis Rp 45 ribu itu untuk 2-3 kali angkut, kalau habis ya isi lagi. Harga di kios Rp 8 ribu per liter, " kata Hasan.

"Kalau bawa uang ya secukupnya saja dari rumah, asal cukup untuk isi BBM dan makan, " ujarnya.

Karena BBM naik, tarif ongkos kapal ketek pun sedikit ia naikkan dari harga sebelumnya.

"Ongkos saya kasih Rp 300 ribu - Rp 250 ribu itu untuk bolak-balik pulau kemaro dan BKB. Kalau penumpang tawar bisa kasih Rp 200 ribu, tidak jauh dari tarif sebelumnya, " katanya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved