Sidang AKBP Dalizon

AKBP Dalizon Terdakwa Dugaan Korupsi Mengaku Setor Ratusan Juta ke Atasan, Ini Kata Polda sumsel

Terdakwa kasus dugaan korupsi AKBP Dalizon mengaku wajib setor ratusan juta rupiah ke atasan Diskrimsus. Ini kata Polda Sumsel.

TRIBUN SUMSEL/SHINTA DWI ANGGRAINI
Terdakwa kasus dugaan korupsi AKBP Dalizon mengaku wajib setor ratusan juta rupiah ke atasan, ini kata Polda Sumsel yang disampaikan Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, Senin (12/9/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Terdakwa kasus dugaan korupsi AKBP Dalizon mengaku wajib setor ratusan juta rupiah ke atasan Diskrimsus. Hal ini dibeberkannya saat sidang kasus penerimaan fee Dinas PUPR Muba Tahun Anggaran 2019, Rabu (7/9/2022) lalu

Polda Sumsel angkat bicara terkait 'nyanyian' AKBP Dalizon yang engungkap adanya kewajiban menyetor aliran dana hingga ratusan juta ke atasan.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi dengan tegas membantah pengakuan AKBP Dalizon yang mengungkapkan wajib setor ke atasan ratusan juta.

"Saya perlu meluruskan, tidak ada Polda sumsel menerima mulai dari Rp. 300 sampai Rp.500 juta atau sumbangan apapun terkait dengan pemberitaan yang sekarang ini di media sosial, cetak maupun online," ujarnya, Senin (12/9/2022).

Diketahui, pengakuan mengejutkan tersebut disampaikan AKBP Dalizon saat memberi keterangan secara langsung sebagai terdakwa kasus penerimaan fee dinas PUPR Kabupaten Muba tahun anggaran 2019, Rabu (7/9/2022).

Kala itu, AKBP Dalizon yang dihadirkan ke gedung Pengadilan Tipikor Palembang secara gamblang mengungkap adanya aliran dana yang wajib disetorkan setiap bulan bulan sebesar Rp.300 juta sampai Rp.500 juta ke atasan.

Baca juga: Kenaikan Harga BBM di Indonesia, DPC PPP Ogan Ilir Soroti Subsidi BBM Kerap Tak Tepat Sasaran

Tepatnya aliran dana diberikan ke Dirkrimsus Polda Sumsel yang saat itu dijabat Kombes Pol AS.

Setorannya diberikan AKBP Dalizon saat masih menjabat Kasubdit III Tipidkor Polda Sumsel hingga Kapolres OKUT.

Terkait pengakuan tersebut, Supriadi mengatakan, sedari awal kasus ini sudah ditangani oleh Bareskrim Mabes Polri.

Sekarang tinggal bagaimana pembuktian di persidangan.

"Inikan sudah ditangani oleh Bareskrim Mabes Polri. Jadi kita serahkan penyidikannya kesana. Jika memang ada bukti, silahkan dibuktikan ke persidangan nantinya," kata Supriadi.

"Bisa tidak dibuktikan kalau memberi uang sebesar Rp.300-500 juta kepada oknum Dir pada saat itu (Kombes Pol. AS). Nanti itu dibuktikan," katanya menambahkan.

Menurut Supriadi, bila memiliki bukti setoran dana yang dimaksud, semestinya AKBP Dalizon juga memberikannya ke Propam Mabes Polri.

"Silahkan berikan (buktinya) pada polisi atau Jaksa sebagai bahan atau barang bukti dari yang bersangkutan (AKBP Dalizon). Jadi jangan menyebar kemana-mana," ujarnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved