Berita Banyuasin

Bupati Askolani Marah, Orang Kaya Banyak Manfaatkan Program Berobat Gratis

Bupati Banyuasin H Askolani Jasi marah karena Program berobat gratis Banyuasin disinyalir banyak tak tepat sasaran.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/ARDIANSYAH
Bupati Banyuasin Askolani. Askolani Marah banyak orang kaya manfaatkan program berobat gratis 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Program berobat gratis yang dilaksanakan Pemkab Banyuasin bagi warga tak mampu, disinyalir banyak tak tepat sasaran.

Hal itu memicu kemarahan, Bupati Banyuasin H Askolani Jasi yang langsung meminta Dinas Kesehatan untuk melakukan pendataan ulang terkait masyarakat yang layak menerima berobat gratis.

Karena dari data yang ada, ternyata berobat gratis banyak digunakan orang mampu untuk berobat terutama penyakit yang pengeluaran anggarannya sangat besar.

"Ada sekitar sekitar 40 persen, ternyata orang kaya menggunakan berobat gratis dengan memakai KTP dan surat keterangan dari kepala desa untuk menghindari terkena biaya yang mahal. Sedangkan orang yang tidak mampu malah kurang menggunakannya," kata Askolani, Minggu (11/9/2022).

Padahal, program berobat gratis yang dibuat Pemkab Banyuasin  diperuntukan bagi warga tak mampu.

Namun, kenyataannya program berobat gratis ini malah dimanfaatkan orang kaya atau dianggap mampu dari sisi ekonomi untuk berobat tanpa mengeluarkan uang.

Dari sinilah, Dinas Kesehatan Banyuasin harus melakukan pendataan ulang terhadap warga yang akan menggunakan fasilitas berobat gratis.

Dengan pendataan ulang ini, diharapkan program berobat gratis memang bisa dirasakan masyarakat tak mampu bukan orang kaya.

"Anggaran untuk kesehatan bengkak sampai lebih dari Rp 7 miliar. Setelah diteliti, ternyata program berobat gratis ini banyak digunakan orang kaya. Orang kaya yang mengaku tidak mampu, agar bisa berobat tanpa mengeluarkan uang," katanya.

Pagu anggaran berobat gratis yang disiapkan Pemkab Banyuasin sebesar Rp 5 miliar telah habis.

Sehingga harus menambah Rp 2 miliar lebih untuk program berobat gratis ini sehingga jadi lebih Rp 7 miliar yang harus dikeluarkan Pemkab Banyuasin.

Baca juga: Warga Tanah Mas Banyuasin Diminta Waspada Bila Hujan Deras Turun

Pemkab Banyuasin akan membuat peraturan daerah atau peraturan bupati terkait aturan berobat gratis memakai KTP dan surat keterangan dari kades.

Disisi lain, Dinas Kesehatan juga untuk melakukan pendataan ulang bagi warga yang bisa menggunakan program berobat gratis.

"Program ini kami buat untuk warga Kabupaten Banyuasin yang kurang mampu. Tujuannya, membantu masyarakat kurang mampu agar bisa berobay baik di miskin puskesmas hingga ke rumah rumah di Palembang. Tetapi kenyataannya sudah kebablasan, malah orang kaya yang mengaku tidak mampu memanfaatkan program ini,"  pungkasnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved