Berita Muratara
Penerima BLT BBM di Muratara Disebut Banyak Orang Kaya, Ini Penjelasan Dinsos
Di Kabupaten Muratara, penerima BLT BBM disebut-sebut kebanyakan warga yang memiliki ekonomi menengah ke atas atau orang kaya, ini penjelasan Dinsos.
Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Bantuan Langsung Tunai (BLT) pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM) atau BLT BBM sebesar Rp r00 ribu yang disalurkan melalui kantor pos sudah cair.
Di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), penerima BLT BBM disebut-sebut kebanyakan warga yang memiliki ekonomi menengah ke atas atau orang kaya.
Sementara ada warga kurang mampu yang dinilai berhak menerima bantuan tersebut justru tidak dapat BLT.
"Ada yang rumahnya gedung dua tingkat dapat, ada yang punya mobil, kebun sawit luas dapat, ada yang miskin malah tidak dapat, entah lah," kata warga, Iwan, pada TribunSumsel.com, Jumat (9/9/2022).
Tak hanya warga saja yang merasa bingung dengan data penerima BLT BBM tersebut, pemerintah di tingkat desa/kelurahan pun dibuat pusing.
Mereka tak tahan menjadi sasaran protes dan cemooh masyarakat karena penyaluran BLT BBM tersebut kebanyakan tidak tepat sasaran.
Baca juga: Pelaku Pembacokan di Pemulutan Selatan OI Ditangkap Polisi, Sempat Buron 3 Minggu
"Ada yang sudah punya mobil, rumah bagus ada bedeng kontrakan pula, pokoknya masuk kategori menengah ke atas lah. Padahal yang benar-benar memerlukan masih banyak, miris sekali memang," ujar salah seorang Ketua RT di Muratara.
Menurut dia, setiap ada bantuan dari pemerintah pusat, penerimanya adalah orang-orang itu saja, padahal beberapa diantaranya sudah tidak laik lagi menerima karena dianggap mampu.
Selaku Ketua RT, dirinya sering mempertanyakan soal data penerima bantuan tersebut ke dinas terkait setempat karena tak tahan menjadi sasaran protes masyarakat.
"Kalau kita tanya ke dinas terkait, itu memakai data lama, ada yang bilang data tahun 2011. Pertanyaan saya apa memang tidak ada perbaikan selama itu, sekarang sudah 2022, sudah 11 tahun berarti," ujarnya.
Ia berharap ada pembaharuan data, sehingga bantuan dari pemerintah pusat tepat sasaran diberikan kepada orang-orang yang memang berhak menerima.
"Karena kami para Ketua RT ini jadi sasaran disalahkan terus. Lagian juga kasian yang benar-benar orang susah cuma dengar cerita saja, karena namanya tidak ada dalam data penerima," katanya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Muratara, Erdius Lantang melalui Kabid Penanganan Fakir Miskin, Cikya mengatakan penerima BLT BBM tersebut diambil dari data BNBA (by name by address) Keluarga Penerima Manfaat (KPM) penerima bantuan sosial Kementerian Sosial.
Menurut dia, untuk melakukan pembaharuan data yang sudah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) pada Kementerian Sosial, tidak semudah yang diucapkan.
"Kalau namanya sudah masuk dalam DTKS Kemensos, tidak semudah itu mau menghapusnya, ada prosedurnya. Nah, mekanismenya ada pengusulan dari tingkat bawah yaitu dari desa atau kelurahan," katanya.
Cikya menjelaskan, untuk melakukan pembaharuan data dimulai dari laporan dan usulan pemerintah desa/kelurahan, lalu berkoordinasi dengan Dinas Sosial kabupaten/kota.
"Jadi tergantung dari laporan desa atau kelurahan, mereka harusnya koordinasi dengan kami. Contoh misalnya ada warga kurang mampu dia dapat bantuan, terus dia menjadi mampu, tidak layak lagi menerima, nah harusnya dari desa kelurahan memberi data kepada kami," katanya.
Cikya menyebut, selama ini belum pernah ada pemerintah desa atau kelurahan yang menyampaikan laporan atau usulan mengenai data keluarga penerima manfaat yang sudah tidak layak lagi menerima bantuan.
"Yang ada mereka itu mengusul masukkan data bertambah terus, tidak ada usulan misalnya ini nama-nama yang sudah tidak layak lagi menerima bantuan karena sudah kaya. Nah itu tidak ada, yang ada nambah terus warga kurang mampunya," jelas Cikya.
Ia menambahkan, untuk menentukan seseorang sudah tidak layak lagi menerima bantuan karena dianggap mampu harus melalui mekanisme musyawarah desa (musdes).
"Harus melalui musdes, harus ada buktinya, terus di berita acara dituliskan tentang pengusulan nama-nama warga yang sudah tidak layak lagi menerima tadi. Kemudian kami nanti tidak bisa juga serta-merta menghapuskan, tapi bisa bantuannya ditidaklayakkan, seperti itu," jelasnya.
Baca berita lainnya langsung dari google news.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Penerima-BLT-BBM-di-Muratara-disebut-sebut-kebanyakan-orang-kaya-ini-kata-Dinsos.jpg)