Berita Sumsel Maju untuk Semua

Entaskan Buta Akasara Quran, Herman Deru Terus Masifkan Progam  Rumah Tahfidz   

Herman Deru resmikan rumah Tahfidz Al-Qahhar Amanah Barokah, ia pun terus masifkan program rumah tahfiz guna entaskan buta aksara quran.

Editor: Sri Hidayatun
HUMAS PEMPROV SUMSEL
Gubernur Sumsel, Herman Deru, di Komplek Perumahan Le Grand 3, Jumat (26/8/2022) siang. 

TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG - Program satu desa satu rumah tahfidz yang digagas Gubernur Sumsel H. Herman Deru semakin pesat karena terus mendapat dukungan berbagai pihak. 

Terbaru, satu rumah tahfidz kembali hadir di Kecamatan Bukit Baru, Kota Palembang. Kehadiran rumah tahfidz Amanah tersebut diresmikan langsung oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru, di Komplek Perumahan Le Grand 3, Jumat (26/8) siang. Peresmian ini dilakukan berbarengan dengan peresmian Yayasan Al-Qahhar Amanah Barokah yang ditandai dengan penandatanganan prasasti. 

Dalam sambutannya Gubernur Sumsel  H. Herman Deru mengatakan bahwa suatu niat baik seperti pendirian rumah tahfidz yang dilakukan Yayasan Al-Qahhar Amanah Barokah ini akan mudah mendapat dukungan semua pihak bahkan diridhoi Allah SWT. 

"Padahal agenda Saya padat sekali hari ini. Harus ke OKU Timur mendampingi Wamentan dan letika pulang Saya sudah pasrah dan berpikir akan telat datang, tapi berkat Ridho Allah SWT akhirnya malah bisa hadir lebih cepat dan bisa meresmikan ini." jelasnya. 

Baca juga: Herman Deru Bangga Warga  Tanjungan Barangan Bangun Masjid  Secara Swadaya

Ia pun mengapresiasi Yayasan Al Qahhar Amanah Barokah pimpinan Hj.Yusni Widawati yang dengan anggaran sendiri menghadirkan rumah tahfidz di Sumsel. 

Menurutnya keberadaan rumah tahfidz sangat penting dan strategis mempersiapkan generasi Z. 

"Sedikit kilas balik sebelum Saya jadi Gubernur, ketemu Ustad Yayan pendiri Rumah Tanfidz Kiai Marogan. Dari beliau juga Saya melihat rumah tahfidz ini adalah langkah strategis menyiapkan generasi Z apalagi sekarang kita lihat kehidupan semakin individualis," jelasnya. 

Oleh karena itu pasca menjabat Gubernur Oktober 2018 silam, Iapun menggencarkan program satu desa satu rumah tahfidz di Sumsel. Hingga saat ini diakuinya tak kurang sudah ada 4.000 rumah tahfidz tersebar di Sumsel. 

"Sayangnya masih banyak pemahaman yang belum benar tentang rumah tahfidz ini. Orang masih beranggapan rumah tahfidz itu harus ada rumah dulu, bangunan dulu. Padahal yang penting justru kegiatan belajar mengajar Al Quran-nya seperti di rumah tahfidz Amanah ini" jelas Herman Deru. 

Selain melahirkan bisa baca tulis Alquran dan menjadi generasi berakhlak mulia, Iapun berharap adanya rumah-rumah tahfidz ini dapat menjadi filter dari dampak perkembangan IT yang semakin subur di kalangan generasi muda saat ini. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved