Bahasa Palembang

Bahasa Palembang Apa Kabar, Ini Contoh Penulisannya, Kamus Bahasa Palembang Sehari-hari

Artikel ini memuat bahasa Palembang dari kata apa kabar beserta contoh penulisannya yang benar.

Tribun Sumsel
Bahasa Palembang Apa Kabar, Ini Contoh Penulisannya, Kamus Bahasa Palembang Sehari-hari 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Simak bahasa Palembang apa kabar beserta contoh penulisannya.

Kata apa kabar digunakan untuk menanyakan kondisi seseorang maupun hal-hal tertentu yang memerlukan pengawasan.

Kata apa kabar berbeda-beda pengucapannya di berbagai daerah, terutama di Palembang.

Tahukah kamu bahasa Palembang dari kata apa kabar? Berikut penjelasan singkatnya.

Apa Kabar dalam Bahasa Palembang

Dalam bahasa Palembang, apa kabar sama saja penulisannya dengan kata "Apo kabar"

Selain apo kabar, masyarakat Palembang dan berbagai daerah di Sumatera Selatan juga menggunakan kata "Cakmano kabar" untuk mengetahui kondisi terkini seseorang.

Seperti contoh kalimat berikut ini:

"Apo kabar oy, sombong nian awak ni mentang lah jadi Polisi"
(Apa kabar uy, sombong banget kamu mentang-mentang udah jadi Polisi)

"Cakmano kabar lur? Sehat apo disano? Mun ado lokak bagus njuk tau awak tu"
(Gimana kabar lur? Sehat apa disana? Kalau ada kesempatan bagus kasih tau aku kamu tuh)

Baca juga: Arti Kelebu dalam Bahasa Palembang, Ini Maksud dan Contohnya, Belajar Bahasa Palembang Sehari-hari

Baca juga: Buyan Artinya Apa? Bahasa Palembang Sehari-hari Ini Maksud Beserta Contohnya

Baca juga: Kamus Bahasa Palembang : Apa Bahasa Palembang Aku Sayang Kamu, Contoh Penggunaannya

Untuk kamu yang ingin mengetahui kosa kata bahasa Palembang, berikut Tribunsumsel.com sajikan Kamus Bahasa Palembang Sehari-hari.

A
• Abes (habis)
• Ado (Ada;Tersedia)
• Agam (Suka)
• Anyar (Baru)
• Apo (Apa)
• Awak (Kamu/Anda)
• Asak (Asal)
• Asek (asik)
• Abang (Merah)
• Aguk (Peduli)
• Akor (se iya sekata)
• Ari (Hari)

B
• Bae (Saja)
• Bange (suka tidak mendengar)
• Bangat (Banget)
• Balen (Ulang)
• Balak (Masalah)
• Balek (Pulang)
• Banyu (Air)
• Basa (Basah)
• Bahaso (Bahasa)
• Baseng (Terserah)
• Bebala (Berkelahi)
• Bedesau (Cemas)
• Bengor (Bonyok)
• Belom (Belum)
• Belari (Berlari)
• Belagu (Berlagak)
• Belagak (Ganteng)
• Belago (Berkelahi)
• Bekendak (Ada Maunya)
• Berejo (Berupaya)
• Belanjo (Berbelanja)
• Betedo (Berteduh)
• Beguyur (Berjalan santai)
• Belagak (Ganteng, Cantik)
• Belago (Berkelahi)
• Begawe (Bekerja)
• Belinjangan (Berpacaran)
• Bekiuk (Berbohong)
• Besak (Besar)
• Beruk (Monyet)
• Bejalan (Berjalan)
• Budak (anak)
• Buntang (Bangkai)
• Bunting (Hamil)
• Buyan (Bodoh)
• Bontet (Gemuk)
• Bingen (Zaman dulu)
• Bik Cek (Sapaan untuk Mbak, Tante/Bibi)
• Buyan (Bodoh)
• Bengal (tidak laku yang tidak menurut)
• Bengak (Bodoh)
• Begoco (Bakuhantam)
• Belaki (Telah Memiliki Suami atau Bersuami)
• Bebini (Telah Beristri)
• Bongok (Bodoh)

C
• Cak (Seperti)
• Calak (Curang)
• Cagak (Tiang)
• Cacam (waw)
• Caluk (Terasi)
• Caer (Cair)
• Campak (Jatuh)
• Cacam (Ungkapan Kagum)
• Caro (Cara)
• Capong (Capung)
• Cawa (Omong Kosong)
• Cak mano (Bagaimana)
• Cak itu (Seperti itu)
• Campak (Jatuh)
• Cemeke’an (Pelit)
• Celano (Celana)
• Cerito (Cerita)
• Cek (Mbak)
• Ceto (Pasti)
• Cego’an (Cegukan)
• Cepet (Cepat)
• Cerudi’an (Kepo)
• Cerewet (Pelit)
• Cetok (Patuk)
• Ciren (Kelihatan)
• Cindo (Cantik/Bagus)
• Cincang (Potong)
• Cinto (Cinta)
• Cobo (Coba)
• Cugak (Kecewa)
• Cucung (Cucu)

D
• Dalu (Tengah Malam)
• Dalem (dalam)
• Dapet (Dapat)
• Denger (Dengar)
• Dulur (Saudara)
• Dukin (dulu)
• Denget (Sebentar)
• Dewek’an (Sendirian)
• Dendak (Tidak Mau)
• Diem (Diam)
• Disano (Disana)
• Dimano (Dimana)
• Dakdo (tidak)
• Doson (Desa)

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved