Berita Muratara

Isu BBM Subsidi Bakal Naik, Antrian Kendaraan Mengular di SPBU Muratara, Ini Respon Warga

Isu Bahan bakar minyak (BBM) subsidi bakal naik, terjadi peningkatan permintaan di SPBU di Muratara. Antrian kendaraan mengular hingga ke jalan.

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RAHMAT AIZULLAH
Isu Bahan bakar minyak (BBM) subsidi bakal naik, terjadi peningkatan permintaan di SPBU di Muratara. Antrian kendaraan mengular hingga ke jalan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Isu Bahan bakar minyak (BBM) subsidi bakal naik, terjadi peningkatan permintaan di SPBU di Musirawas Utara (Muratara).

Di tengah isu BBM subsidi bakal naik, pertalite dan solar di SPBU Rupit yang berada di ibukota Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) hari ini kosong, Sabtu (20/8/2022).

Beberapa hari terakhir, aktivitas warga membeli dua jenis BBM subsidi tersebut terpantau ada peningkatan apalagi sejak beredar informasi BBM subsidi bakal naik.

Itu terlihat dari antrian kendaraan baik roda dua maupun empat mengular agak lebih panjang dari biasanya.

Meningkatnya pembeli BBM ini terjadi seiring dengan mencuatnya isu bakal ada kenaikan harga BBM subsidi pertalite dan solar dalam waktu dekat ini.

Apalagi sinyal mengenai kenaikan harga pertalite dan solar diungkapakan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan.

Baca juga: Unit Ranmor Polrestabes Palembang Tangkap Pelaku Bobol Rumah dan Penadah, Sempat Buron 6 Bulan

Tak hanya dia, sebelumnya juga Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menyebut harga BBM subsidi berpotensi akan naik.

Menurut warga Muratara, Fauzi mengatakan mencuatnya isu bakal naiknya harga pertalite dan solar memicu orang-orang untuk membeli BBM subsidi tersebut dalam jumlah banyak.

"Logikanya kan begitu, misalnya mau naik seminggu lagi, isunya sudah ada dari sekarang ya orang pasti mau beli banyak, biar nanti pas harganya naik, dia masih ada lah stok minyak di rumah dikit-dikit, walaupun nanti merasakan juga mahalnya," kata Fauzi.

Sementara itu, petugas SPBU Rupit, Hamka mengungkapkan stok pertalite dan solar hari ini memang kosong karena sudah habis sejak kemarin.

"Kemarin ada, habis, hari ini kosong, besok pagi ada lagi," katanya.

Hamka menjelaskan, BBM subsidi pertalite dan solar masuk ke SPBU Rupit sebanyak tiga kali dalam seminggu dengan kuota 8.000 liter.

"Di kita masuknya seminggu tiga kali, cuma delapan ton. Delapan ton itu biasanya habis dalam waktu delapan jam, sehari habis, itulah kadang besoknya kosong, nunggu masuk lagi," kata Hamka.

Ia mengatakan BBM tersebut biasanya tiba di SPBU Rupit pada malam hari, namun akan dijual ke pembeli pada esok paginya.

Ia menegaskan bahwa di SPBU Rupit tidak mengisi BBM pada malam hari.

"Kita tidak ngisi malam, solar datang sore atau malam, tapi ngisinya besok pagi. Itulah pagi-pagi mau ngisi itu sudah panjang antrean. Yang jelas kita jual sesuai aturan maksimalnya," kata Hamka.

Baca berita lainnya langsung dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved