Berita Muratara

Anggaran Pilkades Muratara 2022 Rp 20 Juta Per Desa, Panitia Sebut Terlalu Minim, Ancam Mundur

Anggaran Pilkades Muratara 2022 Rp 20 juta per desa disebut panitia terlalu minim. Mereka ancam muncurkan diri.

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RAHMAT AIZULLAH
Anggaran Pilkades Muratara 2022 Rp 20 juta per desa disebut panitia terlalu minim. Hal ini ditanggapi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PMDP3A) Muratara, Gusti Rohmani. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Anggaran penyelenggaraan pemilihan kepala desa Pilkades 2022 serentak di 50 desa di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dipatok Rp 20 juta per desa.

Panitia Pilkades Muratara 2022 di tingkat desa mengaku pusing karena anggaran yang minim.

Idealnya pada Pilkades Muratara 2022 jika mata pilih cukup banyak membutuhkan anggaran mencapai Rp 60 jutaan.

"Peninglah, cakmano ngaturnyo Rp 20 juta itu, dak cukup, apolagi mato pemilih di desa kami ini banyak," ungkap panitia Pilkades di salah satu desa di Muratara pada TribunSumsel.com, Jumat (12/8/2022).

Ia mengungkapkan, untuk di desa mereka setelah dihitung-hitung membutuhkan anggaran sebesar Rp 60-an juta.

Mereka berharap ada penambahan anggaran Pilkades karena dianggap tidak mencukupi untuk kesuksesan pelaksanaannya.

"Yo mudah-mudahan ado tambahannyo, kalu idak saro kami, nak minta dengan calon dak boleh, menyalahi aturan," katanya.

Narasumber TribunSumsel.com lainnya yang juga panitia Pilkades mengatakan anggaran Rp 20 juta per desa tersebut dianggap tidak profesional.

Bahkan menurut dia, seluruh panitia Pilkades di 50 desa se Muratara mengancam akan mengundurkan diri bila dana Pilkades tidak ada penambahan.

"Menuntut panitia Pilkades agar profesional, tapi anggarannya tidak profesional, mana cukup lah 20 juta itu," ujarnya.

Panitia di tingkat desa mengancam akan beramai-ramai menghentikan tahapan Pilkades karena anggaran Rp 20 juta dinilai tidak mencukupi, sedangkan rencana penambahan belum ada kepastian.

"Kami minta ada kepastian penambahan anggaran Pilkades, kalau tidak maka seluruh panitia akan mengundurkan diri," katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PMDP3A) Muratara, Gusti Rohmani mengakui telah menerima banyak keluhan dari panitia desa mengenai anggaran Pilkades tersebut.

"Iya memang sudah banyak panitia di desa yang protes bahwa anggaran 20 juta itu kurang, tetapi itulah kondisi keuangan daerah kita," kata Gusti yang juga sekretaris panitia Pilkades tingkat kabupaten ini.

Ia berharap panitia di desa tetap bekerja melaksanakan Pilkades ini sampai sukses walaupun minim anggaran.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved