Berita Muratara
Sebulan Lebih Dikeruk Belum Ditutup Lagi, Warga Keluhkan Perbaikan Jalinsum di Muratara
Tambal Sulam Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dikeluhkan warga setempat.
Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Yohanes Tri Nugroho
Laporan Wartawan TribunSumsel.com, Rahmat Aizullah
TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang dikeruk tambal sulam sudah sebulan lebih belum ditutupi aspal kembali.
Salah satu titik perbaikan dengan cara tambal sulam dijumpai TribunSumsel.com di Desa Remban, Kecamatan Rawas Ulu, Jumat (5/8/2022).
Warga mengaku senang jalan lintas antar provinsi itu dibuat mulus, namun mereka mengeluhkan pengerjaannya.
"Kita sangat senang jalan ini diperbaiki, karena memang kondisinya banyak yang rusak, kita terima kasih kepada pemerintah, tapi proses pengerjaannya ini yang mengganggu," kata warga, Majid.
Menurut dia, pengerjaan tambal sulam tersebut menimbulkan bermacam masalah.
Mulai dari berdebu, mengganggu aktifitas lalu lintas, memicu kerusakan kendaraan, hingga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Pasalnya, setelah badan jalan dikeruk menjadi lubang-lubang dengan ukuran bervariasi, kerukan itu tak langsung dilapisi aspal kembali.
"Sudah sebulan lebih ini dikeruk, tapi sampai sekarang tidak ditutup lagi, perasaan aku di kota-kota itu kalau tambal sulam malam, malam itulah langsung ditutup," katanya.
Baca juga: Aidil Ingin Sembuh, Kisah Bocah 12 Tahun Lahir Wajah Tak Sempurna di Muratara, Butuh Bantuan
Warga lainnya, Agus mengungkapkan sejak aspal itu dikeruk sudah ada beberapa pengendara sepeda motor kecelakaan.
Belum lagi debu yang ditimbulkan dari pengerjaan tersebut, sehingga mengganggu pernapasan warga yang tinggal di pinggir jalan terutama anak-anak.
"Aku sudah dua kali nolong orang terbalik motor di situ, kalau yang hampir terbalik saya rasa sudah banyak, ada juga motor pecah ban, belum lagi debu, kasian anak-anak, katanya.