Berita Lubuklinggau

Koleksi Museum Subkoss Garuda Sriwijaya Lubuklinggau, Terbaru Ada Jangkar Pesawat

Koleksi terbaru Museum Sub Komando Sumatera Selatan (subkoss) Garuda Sriwijaya di Kota Lubuklinggau jelang HUT RI ke 77

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO
Beberapa anak sekolah ketika berkunjung ke Museum Subkoss Garuda Sriwijaya di Lubuklinggau, Jumat (5/8/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Menjelang hari Kemerdekaan RI ke 77 angka kunjungan masyarakat  ke Museum Sub Komando Sumatera Selatan (subkoss) Garuda Sriwijaya di Kota Lubuklinggau turun.

Berlian Susetyo, Pengelola Museum Subkoss Garuda Sriwijaya Lubuklinggau menyampaikan dalam sehari angka kunjungan masyarakat ke Museum Subkos bisa dihitung dengan jari.

"Kadang cuma satu, kadang tidak ada sama sekali, terutama saat hari biasa tidak ada kegiatan," ungkap Berlian pada wartawan, Jumat (5/8/2022).

Ben menuturkan Museum Subkoss akan ramai bila ada kunjungan dari pelajar sekolah atau instansi yang membutuhkan informasi tentang Museum.

"Membludak ketika ada kunjungan sekolah maupun instansi terkait yang ingin tau sejarah Bumi Silampari khususnya Musi Rawas Lubuklinggau dan Muratara," ungkapnya.

Menurutnya saat ini masyarakat baru mau berkunjung apabila ada keperluan, seperti mau napak tilas ingin sejarah Musi Rawas, karena Subkoss kala itu membawahi tiga wilayah.

"Kemudian ada kunjungan dari masyarakat apabila mereka ingin ikut lomba, mereka datang mencari bahan-bahan untuk karya tulis," paparnya.

Dalam persiapan menyambut 17 Agustus tahun ini pihaknya mulai melakukan sosialisasi dengan cara menggelar permainan tradisional dengan melibatkan pelajar di Kota Lubuklinggau.

"Permaianan tradisional ini dalam rangka meramaikan menyambut kemerdekaan tahun ini," ungkapnya.

Baca juga: Beli Pertalite Pakai MyPertamina, Sopir Angkot Beli Bensin Eceran di Lubuklinggau, Alasannya

Sementara terkait kegiatan acara 17 Agustus tahun ini tidak ada, seperti biasa kegiatan upacara, selanjutnya untuk koleksi terbaru yakni jangkar pesawat dan sekarang tengah di sosialisasikan kepada masyarakat.

"Koleksi sekarang ada 18 peninggalan sejarah, kalau arsip foto ada 128 lebih, kalau bendanya sudah kita pamerkan lagi," ujarnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved