Berita OKI Mandira

Pemkab Ogan Komering Ilir Perkuat Komitmen Cegah dan Turunkan Stunting

Dalam upaya mempercepat turun angka stunting, Pemkab OKI terus berkomitmen cegah angka stunting.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Sri Hidayatun
Winando/tribunsumsel.com
Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui Dinas Kesehatan gelar Rembuk Stunting untuk memperkuat komitmen dan sinergitas dalam upaya pencegahan sekaligus percepatan penurunan stunting. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui Dinas Kesehatan gelar Rembuk stunting untuk memperkuat komitmen dan sinergitas dalam upaya pencegahan sekaligus percepatan penurunan stunting di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Wakil Bupati Ogan Komering Ilir, H.M.Dja'far Shodiq menyampaikan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah masa emas untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.

"Stunting di OKI mulai menunjukan trend penurunan. Hal ini harus terus dijaga sampai OKI benar-benar bebas stunting. Maka dengan itu, anak-anak di OKI bisa memiliki pertumbuhan fisik yang baik, perkembangan kognitif optimal yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan", kata Wabup Shodiq.

Bagi Wabup Shodiq, tugas menurunkan angka stunting bukan hanya tupoksi jajaran kesehatan atau satu individu semata tetapi diperlukan satu kesatuan yang terintegrasi kita semua yang terlibat.

"Rembuk Stunting ini tidak hanya sebatas seremonial saja, namun mampu menghasilkan solusi dan tekad yang kuat dalam Percepatan Penurunan Stunting," harap Wabup.

Plh. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ilir, H. Herman, SKM.M.Kes menyampaikan Rembuk Stunting dilaksanakan untuk meningkatkan komitmen penurunan stunting di Kabupaten Ogan Komering Ilir secara terukur dan terorganisir dengan capaian yang maksimal.

Baca juga: BNNP Sumsel Sebut Teluk Gelam OKI Layak Jadi Balai Rehabilitasi Narkoba

"Stunting adalah kondisi dimana tinggi balita jauh lebih pendek dari teman seusianya. Hal seperti ini harus segera dientaskan sehingga anak-anak di OKI bisa tumbuh sehat, kuat, dan hebat", kata Herman.

Disampaikan Herman, beberapa aktor yang berkaitan erat dengan proses percepatan penurunan stunting di OKI yaitu para remaja,calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui,dan balita (1000 hari pertama kelahiran).

Mereka adalah aktor kunci untuk mensukseskan program pencegahan sekaligus penurunan stunting di OKI.

"Upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting ini tanggung jawab kita bersama. Mari berkomitmen, sinergi agar Ogan Komering Ilir bisa segera bebas dari Stunting", imbuhnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved