Liputan Khusus Tribun Sumsel

LIPSUS: Nanya Dulu Sebelum Panen, Pengepul Setop Sementara Beli TBS, Harga Sawit Terjun Bebas (1)

Petani mengaku kerap kebingungan lantaran pengepul sering setop sementara membeli TBS dari petani. Alasan pengepul karena stok TBS.

Editor: Vanda Rosetiati
PDF TRIBUN SUMSEL HARGA SAWIT TERJUN BEBAS
Harga sawit terjun bebas, petani mengaku kerap kebingungan lantaran pengepul sering setop sementara membeli TBS dari petani. Alasan pengepul karena stok TBS. 

Diketahui harga sawit saat ini, dijual ke pengepul seharga Rp 750 per kg. Sebelumnya, harga sawit naik dari harga Rp 300 per kg menjadi Rp 500 per kg.

Meski petani gigit jari karena harga sawit yang terjun bebas, petani yang ada di wilayah Muara Sugihan tetap memanen sawit mereka. Seperti yang diungkapkan Yono, Sabtu (30/7/2022).

Menurutnya, walaupun harga sawit atau TBS masih murah tetap saja dipanen. Karena, buah sawit tidak seperti getah karet yang bisa disimpan.

"Jadi walaupun bagaimanapun harganya, sawit harus tetap dipanen ketika sudah waktunya. Bila tak dipanen, maka akan merusak pohon sawit itu sendiri," katanya.

Seperti harga TBS yang murah saat ini, petani sama sekali tidak mendapatkan keuntungan dari sawit yang mereka jual. Dengan harga Rp 750 perkg yang dijual ke pengepul, ketika dipanen sama sekali hanya mendapatkan modal saja.

Terlebih, untuk memanen TBS juga membutuhkan biaya upah yang cukup besar. Namun, mau tidak mau ketimbang nanti pohon menjadi rusak harus tetap dilakukan panen.

"Kerena harga sawit masih murah, mungkin untuk perawatan sawitnya yang agak dikurangi, karena tidak dapat untuk atau untungnya sedikit sekali. Jadilah, untuk makan dulu kalau sekarang ketimbang mencari keuntungan," katanya.

Terkadang, bagi petani menjadi dilema ketika harga sawit jatuh. Karena sawit tidak dapat disimpan seperti karet, dari itulah terkadang ada keterpaksaan untuk dipanen.

Petani berharap, harga sawit yang mulai mengalami kenaikan meski tidak tinggi bisa memberi semangat petani. Diharapkan, harga sawit bisa kembali stabil dan petani bisa kembali bersemangat.


Panen Setiap 15 Hari
Di tengah situasi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang terus mengalami penurunan harga, para petani di Kabupaten Ogan Komering Ilir tetap konsisten untuk memanen buah sawit miliknya.

Menurut informasi masyarakat, harga jual TBS di kalangan petani swadaya untuk setiap kilogram berbeda-beda mulai Rp 1.000 - Rp 1.250 per kilogram sesuai komidel janjangan (besar atau kecilnya ukuran buah sawit) dan usia tanam pohon sawit masing-masing.

Salah satu petani bernama Rudi Hartono asal Kecamatan Lempuing Jaya menjelaskan harga TBS fluktuatif dan terakhir terjual di angka Rp 950 per kilogram.

"Meskipun harga jual tidak menentu tetapi saya masih rutin memanen buah sawit karena masih lumayan untuk mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari," ungkap pria yang memiliki 2 hektar sawit saat dikonfirmasi, Sabtu (30/7/2022) siang.

Menurutnya keadaan seperti ini sangat jauh berbeda dibandingkan beberapa bulan yang lalu. Sebelum adanya larangan ekspor yang dikeluarkan pemerintah.

"Meskipun masih sama proses panen dilakukan setiap 2 minggu sekali atau setiap 15 hari. Namun pengaruh turunnya harga sangat terasa apalagi ditambah dengan biaya perawatan dan ongkos memanen sawit yang tetap sama," tuturnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved