Berita Muratara
Debat Terbuka Bupati-Dewan Soal Angkutan Batubara di Muratara Tak Jadi, Ini Kata Amri Sudaryono
Amri Sudaryono tidak mendatangi debat terbuka soal angkutan batubara di Nibung Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara)
Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Yohanes Tri Nugroho
Laporan Wartawan TribunSumsel.com, Rahmat Aizullah
TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Debat terbuka soal angkutan batubara di Nibung Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) antara Bupati Devi Suhartoni yang ditantang anggota DPRD Amri Sudaryono belum terlaksana.
Debat tersebut seyogyanya dilaksanakan hari ini, difasilitasi oleh Aliansi Sopir Batubara Nibung yang menyediakan tempat lapangan terbuka di Kecamatan Nibung, Senin (1/8/2022).
"Kami sudah mengirimkan surat undangan untuk pak bupati, sama dua anggota dewan, pak Amri Sudaryono dan pak I Wayan Kocap, tapi yang datang cuma pak bupati," kata juru bicara Aliansi Sopir Batubara Nibung, Ahmad Tarmizi.
Bupati Muratara, Devi Suhartoni mengatakan memenuhi undangan debat terbuka yang ditantang oleh anggota dewan tersebut dengan niat mencari solusi terkait angkutan batubara di Nibung.
"Saya datang ke sini karena diundang, diajak debat, ada anggota dewan mengajak debat terbuka, tapi debat itu konotasinya negatif, jadi diambil kata-kata berdiskusi, saya datang," ujarnya.
Devi yang merupakan kader PDI Perjuangan ini menerangkan sebagai politisi memang dituntut untuk berani menghadapi setiap persoalan dan jangan takut menemui rakyat dalam kondisi apapun.
Menurut dia, politisi diajarkan oleh negara untuk turun ke lapangan menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di masyarakat tingkat bawah.
"Dulu waktu kita calon kita turun mencari masyarakat, kenapa giliran ada masalah tidak mau turun. Saya sudah tujuh tahun jadi politisi, rakyat mau marah mau protes boleh, saya selalu hadir ke bawah, saya tidak takut," katanya.
Devi menyebut, masyarakat memiliki hak untuk marah dan memprotes kepada pemerintah, tetapi karena pemerintah mengetahui aturan maka harus hadir ke bawah untuk menjelaskan.
"Saya selalu turun, masalah apapun, masyarakat marah saya datang, ada demo saya temui, saya jelaskan sebagai pemerintah. Ada rakyat bilang saya bohong, saya jelaskan apa kendalanya, bahwa kita tidak ada uang," ujar Devi.
Menurut dia, jangan menjadi politisi bila takut menghadapi masalah atau menemui masyarakat untuk berkomunikasi mencari solusi yang terbaik dalam setiap persoalan.
"Kalau sembunyi untuk apa jadi politisi, setiap hari makan uang rakyat, diangkat oleh negara sebagai seorang yang terhormat, tapi tidak mau berkomunikasi dengan rakyat, itu naif sebagai pemimpin," katanya.
Sementara itu, anggota DPRD Muratara, Amri Sudaryono mengakui telah menerima undangan dari Aliansi Sopir Batubara Nibung yang memfasilitasi debat terbuka tersebut.
"Undangannya ada, melalui Sekwan (sekretaris dewan), sudah diinfokan ke kami, saya hari ini datang ke kantor (DPRD Muratara)," katanya.
Amri menegaskan tidak menghadiri undangan debat terbuka yang difasilitasi Aliansi Sopir Batubara tersebut karena tidak sesuai dengan tujuan awalnya menantang bupati berdebat.
"Undangannya tidak jelas, seharusnya ada panitia pelaksananya, sudah itu (tempatnya) di rumah makan, kita ini mau debat publik itu berdebat secara ilmiah bukan debat kusir, ini persoalan serius bukan sembarangan," katanya.
Baca juga: Oknum Pejabat di Muratara Diduga Terlibat Jual Beli Mobil Innova Bodong Pelat B 333 LOK
Amri mengatakan, debat itu seharusnya dipersiapkan secara resmi bertempat di gedung paripurna DPRD Muratara dengan mendatangkan para ahli, serta ditonton oleh masyarakat luas bukan hanya para sopir batubara.
"Debat terbuka yang kita maksud itu bisa ditonton oleh publik, undang orang-orang ahli, pakai moderator, ya cara-cara ilmiah diskusi lah. Ini jangan sembarangan, diskusi kita itu diharapkan ada solusi, bukan mencari siapa menang, siapa kalah, siapa hebat," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Debat-Terbuka-Bupati-Dewan-Soal-Angkutan-Batubara-di-Muratara-Tak-Jadi.jpg)