Berita Palembang

Jangan Dibongkar Pak, Siska Menangis Rumahnya Dibongkar Paksa Satpol PP Palembang

Siska Menangis rumahnya yang dihini delapan Tahun dibongkar paksa oleh petugas Satpol-PP Kota Palembang, Selasa (26/7/2022) siang

TRIBUNSUMSEL.COM/RACHMAT
Kolase Tribunsumsel,com. Siska (28) salah seorang warga Jl Pangeran Ratu, Jakabaring yang rumahnya dibongkar Paksa Pol PP Kota Palembang dan Proses Pembongkaran Rumah. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Siska, merasa hatinya tersayat ketika melihat rumahnya dieksekusi atau diratakan dengan tanah oleh petugas Satpol-PP Kota Palembang, Selasa (26/7/2022) siang. 

Ibu dua anak ini tak kuasa hingga menangis melihat rumah yang sudah ditempatinya selama delapan tahun dibongkar. Selain Siska, keluarga dan warga lainnya yang sudah menempati lokasi tersebut selama puluhan tahun ikut tergusur. 

"Jangan dibongkar pak, kalau bisa kami bongkar sendiri supaya seng dan batu dipakai lagi untuk bangun rumah lagi, " ujar Siska di hadapan petugas Satpol-PP. 

Disela-sela petugas Satpol-PP tengah mengangkuti semua barang-barang yang ada di dalam rumahnya, ia hanya duduk sambil menangis. 

Siska ditenangkan oleh salah seorang anggota keluarganya dan dibawa menjauh dari lokasi penggusuran. 

Ketika dijumpai, ia bercerita jika rumah tersebut ia bangun bersama sang suami hasil jerih payahnya selama bertahun-tahun. 

"Saya dan suami sudah tinggal di rumah itu delapan tahun, tapi keluarga sudah lama disini. Memang itu tanah pemerintah, kami hanya numpang pertamanya dan diizinkan oleh Ketua RT yang lama. Dari awal kak kami bangun nah sedikit-sedikit diguyuri sampai akhirnya jadi rumah ini, " kata Siska dengan mata berkaca-kaca. 

Dulunya tanah yang ia tempati itu berupa kebun dan tempat pembuatan batu bata. Keluarganya dan warga lainnya juga sudah lama tinggal di kawasan tersebut. 

"Kami ni sudah lama tinggal disini, dari lahir bahkan sejak kakek dan buyut," katanya. 

Sementara untuk pemberitahuan surat untuk mengosongkan tempat tersebut memang sudah ia terima namun tidak diberitahu kapan akan dieksekusi. 

"Terakhir dapat surat pemberitahuan haru Jumat lalu, tapi tidak dikasih tau kapan pelaksanaannya, " katanya. 

Harapan untuk mendapat ganti rugi pun pupus karena sama sekali tak menerima sepeser pun. 

"Setidaknya ada untuk 'uang beli paku' begitulah, masak kami digusur saja. Ini mau tinggal dimana lagi sakit rasanya kak," ungkapnya. 

Diketahui 11 rumah yang berlokasi di Jalan Pangeran Ratu, Jakabaring RT 24 dihuni oleh warga di atas tanah milik Pemerintah setempat. 

Baca juga: Gegara Kecanduan Judi Slot, Pria di Palembang Nekat Kuras Rumah Kakaknya

Kasat Pol-PP Kota Palembang Edwin Effendy mengatakan pihaknya telah berulang kali memberikan sosialisasi dan teguran kepada warga yang rumahnya akan dibongkar. 

"Sudah sering kami tegur, sosialisasi dan beri surat tapi belum direspon. Hari ini terpaksa kami bongkar langsung pakai alat berat, " kata Edwin saat di lokasi. 

Rencananya lahan tersebut akan dibangun beberapa kantor Pemerintah. 

"Mau dibangun Kantor Camat Jakabaring, Polsek Jakabaring, dan Pos damkar, " katanya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved