Berita Lubuklinggau
Kampung Durian Ulak Lebar Lubuklinggau, Harga Murah dan Tak Manis Bisa Tukar
Banyak Penjual durian di Kelurahan Ulak Lebar, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Kota Lubuklinggau Sejak sebulan terakhir
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yohanes Tri Nugroho
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Rasanya tak salah bila menyebut wilayah Kelurahan Ulak Lebar, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Kota Lubuklinggau sebagai kampung durian.
Sejak sebulan terakhir sepanjang jalanan wilayah ini mulai dibanjiri pedagang durian dadakan yang menjajakan dagangannya dipinggir jalan.
Belum lagi belasan kendaraan terlihat berlalu lalang mengangkut buah durian dari kebun-kebun warga menuju tempat pengepul.
Jarak antara satu pedagang dengan pedagang lainnya hanya belasan meter saja. Berbagai jenis buah durian di jual ditempat ini.
Namun, di Kota Lubuklinggau buah durian yang paling terkenal jenisnya tembaga, durian jenis ini paling banyak dicari pengunjung saat datang ke Lubuklinggau.
"Yang paling dicari orang durian koneng (kuning) tembaga, rata-rata setiap orang pesannya durian itu (tembaga)," ungkap Badin salah satu pengepul pada Tribunsumsel.com, Minggu (24/7/2022).
Badin menceritakan sensasi memakan durian tembaga berbeda dengan durian biasa atau durian putih, menurut para pembeli dari segi tekstur dan rasa beda, durian tembaga lebih manis.
"Kalau menurut mereka rasanya lebih manis, lebih enak, walau pun saya sendiri mengatakan durian putih juga enak, tapi paling banyak dicari tembaga," ujarnya.
Menurut Badin saat ini baru mulai masuk puncak musim durian, diperkirakan musim durian di Kota Lubuklinggau akan berlangsumg sampai akhir Agustus mendatang.
"Sekarang baru mulai banjir durian, karena rata-rata durian warga di wilayah sini (Ulak Lebar) baru mulai puncaknya jatuh," ungkapnya.
Badin juga mengatakan permintaan durian asal Lubuklinggau pun mulai mengalami peningkatan, sudah hampir dua pekan terakhir Badin mengirim durian keluar daerah.
"Permintaan keluar sekarang cukup banyak, terutama Sekayu, Sungai Lilin, Palembang, paling banyak Sungai Lilin, sekali kirim 1000-1500 buah, tergantung permintaannya," ujarnya.
Hanya saja khusus tahun ini, permintaan tidak sebanyak tahun lalu, dia tidak tahu penyebabnya mengapa turun, namun diduga saat ini panen durian serentak.
"Empat Lawang juga Panen, Lampung dan Padang juga, jadi bisa dikatakan sekarang serentak, biasanya setiap kita panen, bos Jakarta itu banyak datang ke Linggau, tahun ini tidak," ungkapnya.
Tips Membeli Buah Durian
Dalam membeli buah durian, warga diminta untuk pandai-pandai menawar, biasanya pedagang durian akan menawarkannya dengan harga bervariasi tergantung besar kecil buah durian.
"Kalau dikebun mulai Rp 10 ribuan, tapi bila di pinggir jalan mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu untuk ukuran super, tergantung ukurannya," ujar Badin.
Selain dibawa pulang biasanya para pembeli dianjurkan memilih makan di tempat, makan di tempat jauh lebih enak karena bisa langsung ditukar bila tidak manis.
"Sekarang ini kalau jual durian masak tidak ada yang mentah, jika ada bisa ditukar atau dikembalikan, walau pun semua durian yang dijual sekarang durian masak," ungkapnya.
Berkah Untuk Tukang Ojek
Mulai banjirnya buah durian saat ini menjadi berkah tersendiri untuk para tukang ojek, di wilayah Ulak Lebar banyak masyarakat menjadi tukang ojek dadakan.
"Alhamdulillah dengan musim durian ini kita punya pekerjaan ngangkut durian, dalam sehari kadang 10 kali bolak-balik," kata Andi tukang ojek.
Menurutnya menjadi tukang ojek buah durian jauh lebih sulit daripada menjadi tukang ojek biasa, karena harus menjemput durian dari kebun secara langsung.
"Untuk hasil jerih payah, ngojek durian lebih pasti, berapa kita angkut itulah duitnya, beda dengan tukang ojek keliling, sudah capek keliling tapi tidak dapat uang," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/durian-lubuk-linggau.jpg)