Komjen Gatot Eddy Pramono

Ditangan Komjen Gatot Eddy Pramono, Usut Kasus Brigadir J Ditembak Bharada E di Rumdin Irjen Ferdy

Komjen Gatot Eddy Pramono akan membuka tabir misteri penyebab Brigadir J ditembak Bharada E ke publik.

RAMADHANI/KOMPAS.com
Komjen Gatot Eddy Pramono akan membuka tabir misteri penyebab Brigadir J ditembak Bharada E ke publik. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono diperintah Kapolri Jenderal Listyo untuk usut tuntas kasus penembakan yang terjadi di rumah dinas Kadiv Propam.

Komjen Gatot Eddy Pramono akan membuka tabir misteri penyebab Brigadir J ditembak Bharada E ke publik.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan telah membentuk tim khusus untuk mendalami peristiwa yang menewaskan Brigpol J itu.

Tim khusus ini dipimpin oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono.

"Kami juga menemukan banyak kabar yang liar yang beredar."

"Oleh karena itu, saya telah membentuk tim khusus yang dipimpin Pak Wakapolri, Pak Irwasum, Pak Kabareskrim juga ada As SDM termasuk juga fungsi dari Provos dan Paminal," kata Sigit, Selasa (12/7/2022) dikutip dari kanal Youtube Kompas Tv.

janjikan pengusutan penembakan di rumah Irjen Sambo itu bakal dilakukan secara transparan.

"Kami juga sudah menghubungi, dalam hal ini Kompolnas hingga Komnas HAM, terkait isu yang terjadi," kata Listyo.

Sigit juga menjamin pengusutan kasus polisi tembak polisi akan dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel.

Sosok Gatot Eddy Pramono

Gatot Eddy Pramono merupakan Wakapolri menggantikan Komjen Ari Dono berdasarkan Surat Telegram Nomor ST/188/IKEP/2019 tertanggal 22 Januari 2019.

Sebelum menjadi Wakapolri, Gatot Eddy pernah mengemban jabatan tertinggi di Kepolisian Daerah Metro Jaya.

Sebelum menjadi Kapolda Metro Jaya, Gatot Eddy Pramono sempat menduduki beberapa jabatan.

Pria kelahiran Solok, Sumatera Barat pada 28 Juni 1965 merupakan perwira tinggi lulusan Akpol pada tahun 1988.

Sepanjang kariernya, ia pernah dipercayakan menjadi Kapolres Blitar, Sekretaris Pribadi Kapolri, dan Kapolres Metro Depok (2008).

Selanjutnya, ia pernah menjabat Kapolres Metro Jaksel (2009), Direktur Reskrimum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya (2011), Analis Kebijakan Madya bidang Pidum Bareskrim Polri (2012), Kabagdukminops Robinops Sops Polri (2013).

Ia juga pernah menduduki posisi Karolemtala Srena Polri (2014), Wakapolda Sulsel (2016), Staf Ahli Sosial Ekonomi (Sahlisosek) Kapolri (2017) dan yang terakhir Gatot menjabat sebagai Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kapolri.

Tahun 2018, Gatot juga dipercaya menjadi Ketua Satgas Nusantara.

Satgas ini dibentuk agar Pilkada Serentak 2018 bisa berjalan aman.

Jejak prestasi Gatot Eddy terekam pada 2012 lalu saat masih menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan berpangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol).

Saat itu ia berhasil membekuk kelompok penjahat incaran empat Kepolsian Daerah.

Hingga tiba saatnya peringkusan pemimpin kelompok John Tamba tertangkap.

Dikutip dari Kompas.com, Subdirektorat Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap enam orang pelaku perampokan lintas provinsi yang biasa beroperasi di Sumatera Utara, Tangerang, Banten, dan Bogor.

Aksi komplotan ini cukup beringas karena selalu menggunakan kekerasan terhadap korbannya memakai senjata api dan senjata tajam.

Mereka selalu mencari-cari tempat brankas dan menggasak semua uang tunai dan barang berharga lainnya.

Total kerugian yang diakibatkan komplotan ini mencapai miliaran rupiah.

Ada enam orang pelaku yang tergabung dalam komplotan ini.

Semua pelaku berhasil ditangkap di Tangerang pada Kamis (12/1/2012) malam.

Keenam pelaku tersebut yakni John Tamba alias Kapten, Parlindungan Sianturi (31), James Sitohang (37), Bornok (21), Antonius Tambunan (36), dan Thamrin Siagian (37).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved