Harusnya Pertalite Rp 17.299 per Liter, Solar Rp 18.150, Dirut Pertamina : Harga Minyak Dunia Naik
Harga solar dan pertalite di Indonesia dinilai terlalu murah dibandingkan harga keekonmiannya.Hal ini lantaran harga minyak dunia naik signifikan me
TRIBUNSUMSEL.COM -- Harga solar dan pertalite di Indonesia dinilai terlalu murah dibandingkan harga keekonmiannya.
Hal ini lantaran harga minyak dunia naik signifikan membuat Pertamina harus berfikir keras.
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan untuk solar saat ini harga keekonomiannya Rp 18.150 per liter.
Sedangkan Pertamina hanya menjual solar Jenis BBM tertentu (JBT) dengan harga Rp 5.150 per liter.
Ada selisih harga yang harus ditanggung pemerintah dalam bentuk subsidi mencapai Rp 13.000 per liter.
Lalu untuk Pertalite, Pertamina saat ini menjual Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) tersebut di harga hanya Rp 7.650 per liter.
Menurut Nicke Widyawati, harga ini juga jauh di bawah harga keekonomian di Juli 2022 yang sudah mencapai Rp 17.200 per liter.
Artinya ada selisih harga sebesar Rp 9.550 per liter yang harus ditanggung Pemerintah.
Harga BBM dan LPG Naik Tajam
Nicke menjelaskan, harga keekonomian BBM dan LPG saat ini naik tajam karena lonjakan harga minyak dunia. Perubahan harga minyak mentah di pasar dunia langsung berpenhgaruh pada harga jual BBM di Tanah Air.
Dia mengatakan, Indonesia juga menerapkan harga yang merefer ke Brent. Kita menggunakan Indonesian Crude Price (ICP) yang secara rata-rata biasanya US$ 2 di bawah Brent.
"Jadi otomatis pergerakan Brent atau harga minyak dunia otomatis mengerek kenaikan ICP," ujar Nicke di acara Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Rabu, 6 Juli 2022.
Nicke menambahkan, kenaikan harga minyak dunia baik untuk minyak dan gas sudah jauh melampaui asumsi yang ditetapkan dalam APBN maupun RKAP Pertamina di tahun 2022.
Secara khusus, harga produk BBM dan LPG pun ikut terkerek pada kondisi saat ini.
Pertamina saat ini menjual Pertamax dengan harga Rp 12.500 per liter. Harga keekonomian produk Pertamax per Juli 2022 mencapai Rp 17.950 per liter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/pertalite-pakain-nozzel-warna-putih_20150725_092636.jpg)